SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini

Tak Semua di Kaltim Bisa Beribadah Dengan Nyaman

Sirana.id by Sirana.id
11 October 2024
in Ranaterkini, Uncategorized
0
ilustrasi kerukunan umat beragama (Sumber: Freepik)

ilustrasi kerukunan umat beragama (Sumber: Freepik)

0
SHARES
111
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Terlihat baik-baik saja, namun Kaltim menyimpan luka warganya yang tak bebas beribadah. Sewindu lalu, sebuah bom meledak di depan gereja Oikumene di Samarinda, dengan korban mayoritas adalah anak-anak yang tengah menunggu ibadah gereja.

Tetapi, tidak hanya itu. Contoh lain adalah gereja-gereja juga tak terbangun karena tak diizinkan warga sekitar. Seperti GPdI Jemaat Pniel Bengkuring, Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Kelurahan Rapak Dalam, Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Bukit Zaitun di Kelurahan Karang Asam, atau yang terbaru penolakan gereja Toraja di Sei Keledang.

Meskipun sama-sama berstatus warga negara, minoritas pun, susah mendapatkan haknya. Koodinator Aliansi Advokasi Kebebasan Beribadah Kaltim, Hendra Kusuma pun menilai, pemerintah tak benar-benar memberikan perhatian. Dalam pilkada seperti ini, para paslon pun, tak memberikan perhatian pada minoritas.

“Padahal, jadi gubernur atau wali kota, artinya jadi pemimpin untuk semuanya. Bukan hanya kelompok tertentu saja,” kata dia dalam diskusi Ngobrol Pilkada (Ngopi) pada Jumat (11/10).

Dalam riset Setara Institut soal Kota Toleran 2023, tak ada Kota di Kalimantan Timur yang masuk 30 besar dari 94 kota di Indonesia. Tertinggi ada Samarinda yang menempati urutan 34 dalam peringkat kota toleran. Lalu, Bontang, di urutan 53, dan Balikpapan di peringkat 80. Hal ini menunjukkan, pekerjaan rumah soal memastikan kebebasan beragama dan beribadah masih panjang.

Padahal keragaman dan perbedaan itu niscaya. Hendra menambahkan, kebebasan beragama dan beribadah juga tidak ada tanda-tanda membaik jika Rancangan Perpres soal  Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama bakal ditandangani Jokowi.

Pasalnya, rancangan perpres menunjukkan aturan bermasalah. Seperti Aturan itu juga merugikan penghayat kepercayaan karena tidak melibatkan penghayat kepercayaan dalam Forum Kerukunan Umat Beragama. Dalam konferensi pers pada 6 Oktober 2024 lalu, Sekretaris Jenderal Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia atau MLKI, Is Werdiningsih mengatakan raperpres menutup peluang bagi penghayat kepercayaan untuk terlibat dalam FKUB.

Selain itu, tentang syarat pendirian rumah ibadah yakni 90/60 atas persetujuan warga tetap dipertahankan. Raperpres ini kini sudah di meja Presiden Joko Widodo.  Pasal yang paling ditolak masyarakat sipil itu mengatur tentang syarat khusus pendirian rumah ibadah, meliputi daftar nama pengguna rumah ibadah paling sedikit 90 orang. Hal itu dibuktikan dengan KTP dan surat keterangan domisili yang diterbitkan pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah desa/kelurahan atau kecamatan.

Lalu, daftar nama masyarakat yang menyetujui pendirian rumah ibadah paling sedikit 60 orang. Hal itu dibuktikan dengan KTP dan surat keterangan domisili yang diterbitkan oleh pejabat setempat sesuai dengan tingkat batas wilayah desa/kelurahan. Pasal inilah yang kerap jadi momok. Seperti yang terjadi di Samarinda.

Sementara itu, akademisi Universitas Mulawarman Safaranita mengatakan, kebebasan beragama dan beribadah tentu berkaitan erat dengan politik.

“Sebab, semua hal di hidup kita berkaitan dengan hasil kebijakan pemerintah dan bagaimana politik itu berjalan,” ungkapnya.

Melihat bagaimana para pasangan calon (paslon) menjadikan kepentingan minoritas itu juga jadi tolok ukur kemampuan mereka. Meskipun diakui, minoritas bukan isu populis. Namun, kewajiban mereka yang jadi pemerintah nanti, menjamin kehidupan beragama dan beribadah yang bebas untuk rakyatnya. (Sirana.id)

Tags: beribadahgerejakaltimkebebasan beragamapenolakan gereja samarindapilkadasamarinda
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga dalam peluncuran program senilai USD 200.000 untuk memperkuat manajemen risiko sistem perkarantinaan hewan di Indonesia pada Selasa (7/7) di Jakarta. ©️Badan Karantina Indonesia
Nasional

Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas

7 July 2026
Misran dan tim takar di depan Komnas HAM
Kalimantan Timur

Perjuangan Misran Toni dan Pekerjaan Rumah Perlindungan Masyarakat Adat

1 July 2026
ilustrasi judol (freepik)
Kalimantan Timur

236 Serangan Judol Sempat Mampir ke Website Pemda di Kaltim

30 May 2026
Next Post
Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)

Dari Zaman Kayu, Masyarakat Adat Kalimantan Timur yang Terhimpit

Ilustrasi (freepik)

Beban Berlapis Perempuan dan Alasan Angka Pernikahan Menurun

ilustrasi (sumber: freepik)

Mencari Ruang Aman Bagi Perempuan Pekerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding dan Perwakilan FAO di Indonesia dan Timor-Leste Rajendra Aryal bersama perwakilan dari berbagai kementerian dan lembaga dalam peluncuran program senilai USD 200.000 untuk memperkuat manajemen risiko sistem perkarantinaan hewan di Indonesia pada Selasa (7/7) di Jakarta. ©️Badan Karantina Indonesia

Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas

4 weeks ago
Misran dan tim takar di depan Komnas HAM

Perjuangan Misran Toni dan Pekerjaan Rumah Perlindungan Masyarakat Adat

1 month ago
ilustrasi judol (freepik)

236 Serangan Judol Sempat Mampir ke Website Pemda di Kaltim

2 months ago
Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

2 months ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA kementerian esdm ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan Otorita IKN perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Barantin dan FAO Perkuat Biosekuriti Nasional Hadapi Ancaman Penyakit Hewan Lintas Batas
  • Perjuangan Misran Toni dan Pekerjaan Rumah Perlindungan Masyarakat Adat
  • 236 Serangan Judol Sempat Mampir ke Website Pemda di Kaltim

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved