SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Perempuan Babulu Laut yang Mengubah Kerang Dara Jadi Sumber Cuan Baru

Sirana.id by Sirana.id
7 July 2025
in Ceritarana, Kalimantan Timur, Uncategorized
0
Perempuan babulu laut, Lina Rais yang meningkatkan nilai kerang dara dari daerahnya (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Perempuan babulu laut, Lina Rais yang meningkatkan nilai kerang dara dari daerahnya (Foto: Nofiyatul Chalimah)

0
SHARES
24
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Babulu Laut – Di pesisir Penajam Paser Utara, siapa yang tak kenal hasil lautnya. Tambak yang mengepung dan nelayan yang hidup dari isi Selat Makassar, membuat perikanan jadi andalan wilayah ini. Tidak hanya kaum lelaki yang berperan. Perempuan babulu laut juga turut berperan atas hitsnya hasil perikanan di wilayah ini.

Namun, pasokan tak selalu stabil. Terkadang, pasokan terlalu melimpah alias banjir pasokan. Kalau begini, kadang harga turun drastis. Uang yang didapat pun, kadang di bawah ekspektasi.

Seperti yang dihadapi Lina Rais. Sehari-hari, perempuan Babulu Laut ini membantu nafkah keluarganya dengan turut memasarkan kerang dara atau yang biasa masyarakat sebut, tudai. Dia berjualan via daring. Namun, ada beberapa momen pasokan kerang melimpah dan membuat harganya turun.

Pada 2023, ibu dua anak ini kepikiran mengolahnya menjadi sesuatu yang bernilai tinggi. Di Balikpapan, kota yang berjarak 2-3 jam dari rumahnya, ada peyek kepiting. Lina pun terinspirasi. Tapi bahannya bukan dari kepiting. Sebab, yang melimpah di rumahnya adalah kerang dara.

“Kami olah lagi, saya coba meniru peyek kepiting Balikpapan. Saya coba-coba terus biar enak dan diminati orang,” sambung ibu dua anak itu.

Dia pun diajak kawannya untuk ikut pelatihan pengolahan pangan. Lina tentu saja berminat ikut. Dia pun ikut berbagai pelatihan, sampai yang di Balikpapan dia ikut juga. Dia tak hanya belajar bagaimana produknya diolah. Tetapi juga, bagaimana mengemas produknya jadi lebih menarik. Peyeknya pun berkembang. Kini, beberapa toko oleh-oleh khas penajam, bahkan Balikpapan, hingga wilayah IKN, memajang hasil olahannya.

Peyek kerang dara hasil olahan Lina Rais (foto: Nofiyatul Chalimah)
Peyek kerang dara hasil olahan Lina Rais (foto: Nofiyatul Chalimah)

“Sampai Samarinda juga. Soalnya ada teman yang UMKM jual gula merah, dia bawa produk saya juga,” kata perempuan 35 tahun itu.

Lina juga menjual produknya secara daring. Dari sini, banyak pesanan dia dapatkan. Produksi Lina masih skala rumah tangga dan dibantu keluarganya saja. Namun, dia berharap produksinya bisa makin besar dan pelanggannya makin banyak.

“Kami mau juga kalau misalnya bisa dipesan sampai Jawa sana,” harapnya.

Babulu Laut dan Ombak yang Menggerus Daratan

Desa Babulu Laut berada di posisi paling timur di antara 12 desa se Kecamatan Babulu. Sebelum Desa Babulu Laut terbentuk, desa ini dinamakan kampung laut karena daerahnya berada di pinggir laut. Perumahan masyarakatnya pun sebagian besar dibangun di atas air. Kampung ini pernah bergabung dengan Desa Muara Telake dan juga Desa Labangka.

Kini Babulu Laut terkenal sebagai kawasan tambak andalan. Namun, laut pula yang menghantui masyarakatnya.

Seperti dikutip dalam laporan Mediaetam.com berjudul “Memagari Tanjung Tanah, Melindungi Kehidupan Babulu Laut”

Pirman, Sekretaris Desa Babulu Laut bercerita dahulu, sungai di desa Babulu Laut cukup sempit. Dedaunan pohon nipah di kiri kanan sungai, bisa saling bersentuhan. Namun, sungai ini makin lebar. Bahkan ada yang lebarnya 40 meter. Pembukaan lahan tanpa kontrol dan abrasi, disebut jadi sebab. Tambak tertua di wilayah ini, jika merujuk surat sertifikat, sekitar tahun 1982. Dari 10 ribu hektare lahan desa, tiga ribu hektare diantaranya adalah tambak.

“Sisanya sawah dan kebun sawit, yang kini sebagian juga mulai jadi kebun sawit,” sambungnya.

Pembukaan tambak ugal-ugalan pun sempat terjadi. Imbasnya ke penduduk Babulu Laut. Bahkan, dahulu di Babulu Laut tak ada Pulau Tanjung Panjang. Dahulu, Tanjung Panjang daratannya menyatu dengan wilayah Babulu Laut di pesisir. Namun pulau ini terbentuk karena tambak yang jebol dan jadi sungai. Sehingga, wilayah ini terpisah. Belum lagi tambak tidak produktif yang ditinggalkan begitu saja.

Sementara itu, pembangunan IKN yang berjarak 2,5 jam dari desa mereka, juga membuat mereka bersiap. Alih-alih membuka ruang tambak seluas-luasnya untuk produksi sebesar-besarnya, Pirman mengakui pihaknya memilih upaya hilirisasi hasil perikanan di wilayahnya.  Menambah nilai jual dan menjual yang tidak begitu laku. Juga mengarahkan ke sektor wisata. Para perempuan Babulu laut pun turut berperan.

“Seperti ikan bulan-bulan atau bandeng laki. Kita jadikan amplang atau cimi-cimi (makanan ringan). Ada juga olahan lain, kita jual ke Balikpapan, Penajam, ada yang masuk ke Rest Area IKN juga,” kata dia.

Membuka tambak besar-besaran, bukan jadi pilihan utama. Maka dari itu, Pemerintah Desa Babulu Laut mengeluarkan Peraturan Desa (Perdes) Babulu Laut Nomor 02 Tahun 2023. Perdes dalam tahap sosialisasi ini, memuat soal pembentukan Kelompok Masyarakat Peduli Mangrove, juga soal sanksi dan penghargaan terkait mangrove. Dalam Pasal 19, menyebutkan pelaku pengerusakan ekosistem mangrove akan disanksi menanam dan memelihara mangrove sepuluh kali lipat dari jumlah yang dirusak.

Juga ada denda dan pembekuan persetujuan kelola lahan. Selain itu, bagi masyarakat yang melindungi dan memanfaatkan ekosistem mangrove sesuai dengan peraturan desa itu, akan mendapat kemudahan urusan administrasi di desa. (Nofiyatul Chalimah/Sirana.id)

 

Tags: babulu lautkaltimperempuan kaltimperempuan pesisirpeyek kerang
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Next Post
Kolaborasi Dorong Pelestarian Pesut Mahakam di Kukar

Kolaborasi Pemerintah dan LSM Dorong Pelestarian Pesut Mahakam di Kukar

peserta rakernas PKK di Samarinda pada Selasa (8/7/25) (foto: Diskominfo Kaltim)

Minimnya Perempuan di Manajerial Koperasi

ilustrasi wilayah Kukar

Sinergi Antarwilayah: TP PKK Kalimantan Utara dan Kukar Perkuat Kolaborasi melalui Kunjungan Kerja

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

1 week ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

1 week ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

1 week ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak ancaman jurnalis banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jatam kaltim jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana
  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved