SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini

Paus Terdampar di Balikpapan, Ingatkan Efek Perubahan Lingkungan

Sirana.id by Sirana.id
26 September 2024
in Ranaterkini
0
paus terdampar yang terekam dalam gadget warga (source: Sosial media)

paus terdampar yang terekam dalam gadget warga (source: Sosial media)

0
SHARES
25
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

BALIKPAPAN – Sejak dua hari lalu, masyarakat Balikpapan dihebohkan dengan seekor paus yang terdampar di kawasan Lamaru, Balikpapan. Kemudian, hari ini ramai soal paus yang terlihat di perairan Teritip, Balikpapan. Upaya pun dilakukan agar paus kembali ke habitatnya. Di sisi lain, baru saja peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) juga membahas soal fenomena paus terdampar ini.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim Ari Wibawanto mengatakan saat ini tim gabungan mengupayakan paus tersebut kembali ke habitatnya.

“Tim dari KKP, KLHK , Polairud dan TNI masih melakukan upaya penyelamatan untuk dapat kembali ke laut lepas,” kata Ari pada Kamis (26/9/2024).

Kasus paus terdampar seperti ini, bukan baru terjadi. Pada 2019, bangkai seekor paus ditemukan di Teluk Balikpapan. Beberapa kasus paus terdampar juga pernah terjadi di Berau, Kalimantan Timur.

Sedangkan, yang menghebohkan pada September ini, di Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), ada puluhan paus terdampar dan sebagian sudah mati. Melansir dari siaran pers Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Peneliti dari College of Science and Engineering, James Cook University, Australia, Putu Liza Kusuma Mustika menjelaskan paus merupakan mamalia laut yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, seperti penggunaan sonar di bawah laut, pencemaran air, kontaminasi sampah laut, hingga badai matahari yang menyebabkan gangguan elektromagnetik pada kutub-kutub bumi.

Paus menggunakan sonar untuk sistem navigasinya. Sehingga bisa terganggu oleh penggunaan perangkat yang memancarkan gelombang elektromagnetik atau sonar di dalam laut. Seperti pada kegiatan eksplorasi migas.

“Menurunnya kualitas air juga dapat menurunkan imunitas paus, sedangkan semakin banyaknya sampah laut (terutama plastik) telah menyebabkan lebih banyak paus yang mati karena menelan sampah-sampah tersebut. Fenomena terdamparnya paus, seperti pada paus sperma, dapat juga berkaitan dengan terjadinya badai matahari,” tambah Icha.

Icha menyebut bahwa faktor alami lain seperti penyakit atau usia tua dapat membuat paus lebih rentan terdampar.

“Paus yang sakit atau tua sering kali kehilangan kemampuan navigasinya, atau terpisah dari kawanan, yang menyebabkan mereka lebih rentan terdampar di pantai,” tambah Icha.

Kejadian ini perlu mendapatkan perhatian serius karena paus merupakan spesies yang dilindungi. Untuk itulah jejaring penanganan mamalia laut terdampar di Indonesia yang beranggotakan pegiat lingkungan, pemerintah pusat dan daerah, organisasi non-pemerintah, serta komunitas masyarakat di seluruh pesisir Indonesia terus bekerja sama melakukan tindakan penanganan dengan cara yang tepat, seperti upaya pengembalian paus ke laut bagi biota yang masih hidup, atau penguburan bagi biota yang sudah mati. Upaya penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab spesifik terdamparnya paus juga perlu dilakukan melalui nekropsi (bedah bangkai hewan).

Fenomena yang Mesti Dikaji

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Oseanografi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Achmad Sahri menambahkan dari sisi pola distribusi kejadian paus terdampar di Indonesia. BRIN juga bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk dengan Peneliti dari College of Science and Engineering, James Cook University, Australia, untuk melakukan riset terkait ekologi paus dan kejadian terdampar, guna memahami lebih jauh tentang tingkah laku biota ini dan mencegah terulangnya kejadian serupa.

Riset yang dikerjakannya bersama Icha-Ketua Tim Peneliti dan beberapa peneliti dari Indonesia dan Amerika Serikat menelaah data kejadian terdampar selama 26 tahun dari tahun 1995-2021. “Selama periode 1995-2021, setidaknya ada 26 spesies paus dan lumba-lumba yang terdampar di perairan Indonesia. Satu dari enam spesies yang paling sering terdampar adalah paus pemandu sirip pendek yang juga terdampar di perairan Alor NTT beberapa minggu lalu,” imbuh Sahri.

Dikatakan Sahri, dengan memahami pola sebaran spasial dan temporal dari kejadian mamalia laut terdampar di Indonesia dapat mendukung upaya penyelamatan biota tersebut.

“Informasi ini sangat penting bagi penanganan kejadian terdampar, terutama berguna untuk pengalokasian personil atau kemungkinan mendatangkan alat berat,” ungkap Sahri. “Identifikasi area rawan tersebut juga dapat meningkatkan kesempatan bagi keberlangsungan hidup biota yang terdampar,” tambahnya.

Dengan meningkatnya frekuensi kejadian terdamparnya paus di perairan Indonesia, BRIN bekerja sama dengan berbagai pihak akan terus melakukan penelitian terkait fenomena alam ini. Hal tersebut sebagai upaya untuk mencari solusi pencegahan yang lebih efektif serta memberikan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem laut. (sirana.id)

Tags: bksda kaltimBRINpauspaus spermapaus terdamparpesisir balikpapan
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Ilustrasi makanan dari hasil laut (Sirana.id)

Jika Laut Tercemar, Makanan Kita Pun Tercemar

ilustrasi wilayah Samarinda (dok: Sirana.id)

Ini Alasan Harus Kejar Target RTH Samarinda yang Ideal

diskusi para aktivis, budayawan, pemuda, dan media soal Pilkada di Kaltim. (sirana.id)

Saat Aktivis Bahas Pilkada Kaltim

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved