SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Ini Alasan Harus Kejar Target RTH Samarinda yang Ideal

Sirana.id by Sirana.id
27 September 2024
in Ceritarana
0
ilustrasi wilayah Samarinda (dok: Sirana.id)

ilustrasi wilayah Samarinda (dok: Sirana.id)

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Ruang terbuka hijau (RTH) masih menjadi tantangan wilayah perkotaan. Tak terkecuali kota Tepian. Padahal, ketersediaan  RTH di Samarinda tidak  hanya berdampak pada akses udara lebih segar, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental masyarakatnya. Samarinda seharusnya punya 30 persen dari luas lahannya. Namun, Samarinda masih belum bisa mengejarnya.

Karunia Haganta peneliti independen, menguraikan inisiasi RTH alternatif pereda stres. “Saya menyebutnya sebagai penyangga, sebenarnya saya tidak melihat ini sebagai suatu solusi. Karena solusinya memang harus menyentuh struktur, misalnya pemberian jaminan sosial, dan lain-lain,” tegasnya.

Karunia mengungkapkan, ada regulasi yang menyatakan sebagai kewajiban perkotaan dan memang banyak manfaat lainnya. “Contohnya yang dilakukan Jepang, misalnya tradisi shinrin-yoku atau disebut terapi hutan. Ternyata, jalan-jalan atau kebiasaan beraktivitas di RTH terbukti ampuh mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan, terutama mental,” terangnya.

Dia menambahkan, di Jepang banyak ruang publik yang menyediakan kursi besi dan banyak yang memanfaatkannya untuk duduk-duduk, dan dianggap sebagai pelepas penat. “Mereka memanfaatkan ruang terbuka untuk beraktivitas. Keluar sementara dari berbagai rutinitas, memulihkan diri agar tidak terus-menerus berinteraksi dengan kondisi sosial yang rumit,” jelasnya.

Lalu, populasi udara dan kebisingan sebagai salah satu faktor pemicu stres di perkotaan, dan RTH yang diciptakan memerlukan desain yang pas. “Bukan sekadar menyediakan RTH saja, tetapi dibuat agar pengunjung dapat menikmati akumulasi polusi yang terjebak di RTH sendiri,” ungkapnya.

Karunia juga mengungkapkan salah satu indikator berfungsinya RTH itu sendiri. “RTH ini harus dapat dijangkau tidak hanya oleh transportasi umum, bahkan oleh pejalan kaki. RTH harus didesain murah dan mudah diakses, penyediaannya juga seharusnya gratis,” sambung Karunia.

Rospita Odorlina P. Situmorang, Peneliti Pusat Riset Kependudukan (PRK) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pun mengurai fungsi dan implementasi di Indonesia pada kebijakan penyediaan RTH perkotaan.

Dia menyebut tiga alasan perlunya kebijakan RTH perkotaan. Pertama, karena beban kota semakin meningkat dengan pertumbuhan penduduknya akibat urbanisasi. Kedua, kualitas lingkungan perkotaan semakin rendah sehingga mengalami banjir dan polusi udara.

Kebisingan juga kerawanan sosial mengakibatkan menurunnya produktivitas masyarakat perkotaan. Ketiga, menurunnya ruang terbuka publik, karena kuantitas dan kualitas ruang publik, dan RTH perkotaan makin rendah.

Hal tersebut disampaikan Rospita dalam Webinar yang diselenggarakan Kelompok Riset Penduduk dan Pengelolaan Sumberdaya Alam PRK BRIN berjudul “Polemik dalam tatakelola dan pemanfaatan RTH Perkotaan,” Kamis (26/09).

“Strategi penyediaan RTH tentunya harus mengikuti kembali antara perencanaan dan implementasinya. Kami menyarankan untuk mengalokasikan fungsi kawasan lindung dan melakukan perlindungan terhadap kawasan tersebut,” ujarnya.

Caranya dengan memanfaatkan jalur pada jaringan jalan dan utilitas sebagai sarana penyediaan jalur hijau, melakukan pengaturan kepadatan bangunan, pemanfaatan berbagai lahan kosong dan bekas kawasan terbangun milik publik.

Kemudian, sosialisasi dan pendampingan masyarakat untuk mengisi ruang kosong dengan penanaman vegetasi, dan kerja sama dengan swasta. Berupa penyediaan berbagai variasi rekreasi pada RTH, juga penyediaan RTH private seperti perumahan, perkantoran, hotel, dll.(Sirana.id)

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Ilustrasi Tikus/Freepiik
Ceritarana

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

13 April 2026
Next Post
diskusi para aktivis, budayawan, pemuda, dan media soal Pilkada di Kaltim. (sirana.id)

Saat Aktivis Bahas Pilkada Kaltim

Ilustrasi wilayah pesisir di Berau (Sirana.id)

Sedia Payung, Sebab Hujan Bakal Masih Sering Mengguyur

wilayah pesisir Kalimantan Timur difoto dari ketinggian. (dok: Sirana)

Gempa Kaltim yang Bukan Kemustahilan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

6 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

6 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

6 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved