Jakarta – Menjelang musim mudik dan libur panjang, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan panduan lengkap bagi orangtua yang akan bepergian bersama anak. Rekomendasi ini mencakup perlindungan kesehatan hingga keselamatan selama perjalanan agar momen liburan tetap aman dan nyaman.
Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat, IDAI mengingatkan potensi penularan penyakit seperti campak, batuk, dan pilek. Campak sendiri dikenal sangat menular, bahkan lebih cepat dibanding influenza. Karena itu, persiapan matang sebelum perjalanan dinilai sangat penting.
Ketua IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menegaskan bahwa memastikan imunisasi anak merupakan langkah utama. Ia menyebut vaksinasi sebagai perlindungan paling efektif, khususnya vaksin MR/MMR yang diberikan dua dosis untuk mencegah penularan campak. Dengan imunisasi lengkap, orangtua bisa merasa lebih tenang selama perjalanan.
Selain vaksinasi, orangtua juga diminta tetap menerapkan protokol kesehatan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain menghindari keramaian, menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker di ruang publik, menerapkan etika batuk, serta tidak berbagi barang pribadi seperti alat makan atau botol minum.
IDAI juga menyarankan pemilihan destinasi yang lebih aman, seperti tempat wisata dalam ruangan. Pilihan seperti museum, pusat edukasi, atau taman bermain indoor dinilai lebih aman dari cuaca buruk dan keramaian berlebih. Orangtua juga diimbau memantau prakiraan cuaca, memastikan kondisi anak fit, serta menyiapkan aktivitas cadangan selama di penginapan.
Untuk menunjang perjalanan, orangtua disarankan membawa perlengkapan penting seperti obat-obatan dasar, dokumen identitas anak, pakaian sesuai cuaca, hingga bekal makanan sehat dan hiburan agar anak tidak bosan selama perjalanan.
Selain aspek kesehatan, IDAI juga menekankan pentingnya keselamatan berkendara. Sekretaris Umum IDAI, Hikari Ambara Sjakti, mengingatkan bahwa kecelakaan lalu lintas masih menjadi penyebab utama cedera pada anak. Ia menegaskan penggunaan car seat, sabuk pengaman, dan helm sesuai standar tidak boleh diabaikan.
IDAI juga memberikan panduan teknis, seperti kewajiban penggunaan car seat sesuai usia, larangan anak di bawah enam tahun naik motor, serta pentingnya kondisi pengemudi yang sehat dan tidak mengantuk. Pengemudi juga diimbau beristirahat secara berkala dan tidak menggunakan ponsel saat berkendara.
Dengan persiapan yang matang, IDAI berharap perjalanan mudik bersama anak dapat berlangsung aman, sehat, dan menjadi momen berharga bagi keluarga. (Sirana.id)















