SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

AdminSirana2 by AdminSirana2
29 May 2026
in Kalimantan Timur, Nasional, Ranaterkini
0
Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

0
SHARES
7
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Video seekor induk orangutan bersama anaknya yang tampak sangat kurus saat melintas di jalan hauling tambang viral di media sosial. Keduanya ditemukan dalam kondisi malnutrisi dan dehidrasi di kawasan tambang batu bara di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.

Penemuan tersebut berada di perbatasan konsesi tambang PT Ganda Alam Makmur dan PT Indexim di lanskap Karaitan, wilayah yang selama ini dikenal sebagai habitat orangutan di Kutai Timur. Namun, kawasan tersebut kini dikelilingi aktivitas pertambangan, perkebunan sawit, hingga Hutan Tanaman Industri (HTI), sehingga hanya menyisakan kantong-kantong hutan kecil yang tidak lagi saling terhubung.

Manajer Pusat Rehabilitasi Orangutan Centre for Orangutan Protection (COP), Widi Nursanti, mengatakan tim penyelamat menemukan induk orangutan bernama Mauliyan bersama anaknya, Ariandi, di kawasan hutan yang telah beralih fungsi menjadi area tambang. Saat ditemukan, kondisi keduanya disebut sangat memprihatinkan karena minimnya sumber pakan di sekitar lokasi.

“Tim rescue kami menemukan Mauliyan dan anaknya Ariandi di kawasan hutan yang beralih fungsi menjadi pertambangan dan kondisinya saat itu cukup memprihatinkan,” ujar Widi, dikutip dari Detikcom, Selasa (2/5/2026).

Widi menjelaskan Mauliyan mengalami malnutrisi berat dengan kondisi tubuh yang sangat kurus. Hasil pemeriksaan awal juga menunjukkan induk orangutan tersebut mengalami dehidrasi meski masih aktif menyusui anaknya yang berusia sekitar tiga tahun.

“Body score Mauliyan saat itu di bawah dua dari nilai maksimal lima. Tulangnya terlihat jelas, kulitnya sangat kering, dan dia masih menyusui anaknya yang saat itu masih usia sekitar 3 tahun,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, tim kemudian memutuskan mengevakuasi Mauliyan dan Ariandi ke pusat rehabilitasi Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA) milik COP di Kabupaten Berau. Saat pemeriksaan, produksi ASI Mauliyan disebut sangat sedikit sehingga dikhawatirkan memengaruhi kondisi Ariandi yang masih bergantung pada induknya.

“Ketika diperiksa saat evakuasi, ASI yang keluar sangat sedikit. Padahal Ariandi masih membutuhkan perawatan dari induknya,” jelasnya.

Setelah menjalani perawatan di pusat rehabilitasi, kondisi Mauliyan sempat kembali menurun. Widi menyebut beberapa hari setelah tiba di klinik, induk orangutan itu mengalami hipoglikemia atau kadar gula darah rendah akibat malnutrisi dan aktivitas menyusui.

“Setelah lima hari di klinik, kondisi fisiknya drop dan dia didiagnosis mengalami hipoglikemia sehingga harus mendapatkan penanganan suportif,” jelasnya.

Proses rehabilitasi kemudian difokuskan pada pemulihan kondisi fisik Mauliyan, mulai dari peningkatan berat badan hingga perbaikan kondisi kulit dan rambut. Selama enam bulan menjalani rehabilitasi, perilaku liar Mauliyan disebut tetap terjaga meski mulai terbiasa dengan keberadaan perawat satwa.

“Insting liarnya masih sangat kuat dan naluri keibuannya juga tetap terlihat. Dia selalu berada di dekat Ariandi dan terus melindungi anaknya,” tuturnya.

Sementara itu, paramedis COP, Miftachul Hanifah, mengatakan kondisi Mauliyan saat pertama kali tiba di pusat rehabilitasi memang sangat memprihatinkan. Selain mengalami malnutrisi dan dehidrasi, aktivitas menyusui disebut semakin memperburuk kondisi fisiknya.

“Mauliyan di-rescue dalam kondisi dehidrasi, malnutrisi, dan masih menyusui anaknya sehingga kondisinya semakin berat,” kata Hanifah.

Ia menjelaskan Mauliyan bahkan sempat pingsan akibat kadar gula darah yang sangat rendah. Tim medis kemudian memberikan terapi cairan dan tambahan nutrisi untuk membantu proses pemulihan.

“Mauliyan sempat pingsan dari pagi sampai siang dan kami melakukan terapi cairan serta tambahan madu dan gula untuk membantu pemulihan,” ujarnya.

Selama menjalani rehabilitasi, Mauliyan mendapatkan perawatan khusus dibanding orangutan lain. Tim medis memberikan porsi makan dua kali lebih banyak, tambahan alpukat, susu kedelai, hingga cairan elektrolit secara rutin guna mempercepat pemulihan nutrisi.

Berat badan Mauliyan pun meningkat signifikan selama masa rehabilitasi. Dari awalnya sekitar 19 kilogram, berat tubuhnya bertambah menjadi 34 kilogram pada Maret 2024 saat akan dilepasliarkan. Kondisi kulitnya membaik, rambut mulai tumbuh kembali, dan perilaku liarnya tetap terjaga. (Gamora/Sirana.id)

Baca juga: Banyak Orangutan di Luar Kawasan Konservasi, Dorong Kembalikan Habitat di Lahan Eks Tambang

Tags: jalan tambangkaltimorangutantambang
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik
Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

29 May 2026
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

7 hours ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

7 hours ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

2 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved