SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

AdminSirana2 by AdminSirana2
29 May 2026
in Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kasus malaria di Indonesia masih menjadi persoalan serius karena tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dipengaruhi kondisi lingkungan, geografis, serta hubungan antara manusia, hewan, dan ekosistem. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, jumlah kasus malaria pada 2025 mencapai 706.297 kasus atau meningkat sekitar 30 persen dibandingkan 2024 yang tercatat sebanyak 543.965 kasus. Kondisi ini dinilai memerlukan dukungan berbagai pihak guna mencapai target eliminasi malaria pada 2030.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Prof. Dr. drh. R. Wisnu Nurcahyo, mengatakan pengendalian malaria di Indonesia masih menghadapi tantangan besar karena erat kaitannya dengan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Anopheles sebagai vektor penular penyakit.

Malaria disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk betina dari genus Anopheles. Jadi, bukan semua nyamuk bisa menularkan malaria—hanya nyamuk Anopheles betina yang membawa parasit tersebut.

Nyamuk ini biasanya berkembang biak di tempat yang ada genangan air bersih atau tenang, seperti:

  • rawa-rawa
  • kubangan air hujan
  • parit atau selokan yang tidak mengalir
  • daerah hutan dan pesisir tertentu

“Nyamuk sangat bergantung pada faktor lingkungan. Artinya, nyamuk dapat hidup dan berkembang biak dengan baik kalau lingkungannya mendukung. Itu yang menjadikan malaria di berbagai daerah di Indonesia sulit dikendalikan,” ujarnya, Kamis (21/5).

Menurut Wisnu, wilayah timur Indonesia, khususnya Papua, memiliki kondisi geografis yang mendukung penyebaran malaria, seperti curah hujan tinggi, topografi pegunungan, dan banyaknya genangan air jernih yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Situasi tersebut menyebabkan sekitar 95 persen kasus malaria nasional masih terkonsentrasi di wilayah itu.

Ia menambahkan, kondisi serupa juga ditemukan di sejumlah daerah lain seperti Kalimantan, Sumatera, hingga kawasan Pegunungan Menoreh di Kulon Progo yang masih memiliki kasus malaria endemis.

“Jika kondisi geografis mendukung, otomatis dengan mudah vektor malaria dapat berkembangbiak,” katanya.

Wisnu juga menjelaskan bahwa malaria di Indonesia tidak seluruhnya berasal dari penularan antarmanusia. Dari sisi kesehatan hewan, terdapat ancaman malaria zoonotik yang berasal dari satwa liar, terutama primata seperti monyet ekor panjang dan orangutan.

Salah satu jenis malaria yang perlu diwaspadai adalah Plasmodium knowlesi, parasit yang secara alami hidup pada primata dan dapat menular ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles.

“Pada manusia, Plasmodium knowlesi ini sangat patogen. Dalam satu sampai dua hari bisa menyebabkan demam tinggi, dan kalau tidak segera diobati bisa menyebabkan kematian,” katanya.

Dalam aspek pengobatan, Wisnu menyebut pemerintah selama ini telah menyediakan obat antimalaria gratis bagi masyarakat di wilayah endemis. Namun, efektivitas pengobatan kini menghadapi tantangan karena sejumlah obat lama, seperti Kina, mulai tidak efektif akibat resistensi parasit. Kondisi tersebut membuat tenaga kesehatan harus menggunakan obat generasi baru yang lebih mahal dan memerlukan distribusi lebih kompleks.

Selain itu, distribusi obat maupun tenaga kesehatan di wilayah endemis juga masih terkendala akses yang sulit serta faktor keamanan. Akibatnya, masyarakat di daerah terpencil sering mengalami keterlambatan diagnosis dan penanganan, padahal malaria dapat berkembang menjadi kondisi berat dalam waktu singkat jika tidak segera diobati.

Karena itu, Wisnu menekankan pentingnya edukasi masyarakat dalam pencegahan malaria, terutama terkait pengendalian nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Edukasi terhadap masyarakat berperan sangat penting dalam pencegahan malaria, khususnya untuk pengendalian nyamuk dan menjaga kebersihan lingkungan,” jelasnya.

Ia menilai target eliminasi malaria pada 2030 masih dapat dicapai apabila pendekatan One Health diterapkan secara konsisten. Pendekatan tersebut menekankan pentingnya integrasi antara kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan dalam upaya deteksi, pengobatan, pengendalian vektor, serta pelestarian lingkungan.

“Kita harus bekerja sama, berkolaborasi, saling berkoordinasi. Jangan sampai kesehatan manusia jalan sendiri, kesehatan hewan jalan sendiri, dan lingkungan jalan sendiri. One Health jangan hanya berakhir pada slogan saja,” tutup Wisnu. (Sirana/RA)

Tags: malarianyamukpapua
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa
Kalimantan Timur

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

29 May 2026
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir
Kalimantan Timur

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

14 May 2026
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru
Ceritarana

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

13 May 2026
Next Post
Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk Orangutan yang berjalan bersama anaknya di jalan hauling tambang Kutim/Istimewa

Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang

7 hours ago
Ilustrasi Nyamuk Penyebab Malaria/ Freepik

Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama

7 hours ago
Dokumentasi Peluncuran Buku Pendidikan Lingkungan Hidup SD Pesisir

YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

2 weeks ago
Thumbnail Trailer Pesta Babi/Youtube Indonesia Baru

Komnas HAM Soroti Intimidasi dan Pembubaran Pemutaran Film Pesta Babi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Viral di Media Sosial, Orangutan Malnutrisi Dievakuasi dari Kawasan Tambang
  • Kasus Malaria di Indonesia Meningkat, Faktor Lingkungan Jadi Tantangan Utama
  • YPUI Luncurkan Buku Pendidikan Lingkungan Hidup untuk SD Pesisir di Balikpapan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved