SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Serikat Petani Indonesia Desak Presiden Prabowo Tetapkan Banjir Sumatra sebagai Bencana Nasional

AdminSirana2 by AdminSirana2
18 December 2025
in Nasional, Ranaterkini
0
Dok: Istimewa

Dok: Istimewa

0
SHARES
14
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Serikat Petani Indonesia (SPI) mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera menetapkan bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra pada 26 November 2025 sebagai bencana nasional. Permintaan ini disampaikan menyusul dampak kerusakan yang dinilai sangat luas, mulai dari permukiman warga, infrastruktur, hingga sumber penghidupan masyarakat, terutama petani. Kondisi tersebut disebut telah melampaui kemampuan warga dan pemerintah daerah untuk menanganinya secara mandiri.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, yang turun langsung ke lokasi terdampak di Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, menyampaikan bahwa situasi di lapangan masih berada dalam kondisi darurat. Lumpur masih mengendap di rumah-rumah warga, akses air bersih sangat terbatas, dan hujan hingga kini masih terus turun. Keadaan ini meningkatkan risiko terjadinya bencana lanjutan serta memperlambat proses pemulihan.

Dok: Istimewa
Pertanian yang terendam lumpur/Istimewa

Dalam pernyataan terbukanya, Henry Saragih menggambarkan kerusakan parah pada sektor pertanian. Ia menyebut sawah-sawah petani di Aceh Tamiang rusak dan tertutup lumpur, termasuk kawasan Daulat Pangan SPI di Pusdiklat Bingkai Alam Raya, pusat pendidikan dan pelatihan petani yang dibangun pascatsunami 2006. Menurutnya, seharusnya periode ini sudah memasuki masa tanam, namun kondisi lahan yang rusak membuat petani tidak memungkinkan untuk memulai aktivitas tersebut.

Henry menegaskan bahwa petani menjadi kelompok yang paling terdampak karena mayoritas tinggal di wilayah sekitar bantaran sungai. Banjir yang terjadi, khususnya di Aceh Tamiang, disebut sebagai dampak dari rusaknya daerah aliran sungai (DAS) yang bermuara di Kuala Simpang. Kerusakan yang meluas ini, menurutnya, tidak cukup ditangani hanya dengan upaya pembersihan lumpur dan sampah kayu di permukiman maupun lahan pertanian.

Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam memberikan peringatan dini dan arahan yang jelas kepada masyarakat, mengingat hujan masih terus berlangsung. Kepada Presiden Prabowo, Henry secara khusus memohon agar banjir ini ditetapkan sebagai bencana nasional. Penetapan tersebut dinilai penting untuk menggerakkan seluruh jajaran pemerintahan agar bekerja lebih maksimal dalam proses pemulihan. Ia menegaskan bahwa rakyat sudah tidak sanggup jika hanya mengandalkan kekuatan sendiri untuk membersihkan rumah, membangun kembali permukiman, maupun memulihkan pertanian dan infrastruktur yang rusak.

Kondisi serupa juga terlihat di Kota Kuala Simpang. Aktivitas pertokoan belum berjalan normal karena lumpur masih menggenangi jalanan. Warga berupaya membersihkan rumah masing-masing, namun terkendala ketersediaan air bersih. Kantor-kantor pemerintahan pun masih berada dalam kondisi yang sama dengan rumah penduduk, sementara kampung-kampung di sekitarnya dilaporkan hampir seluruhnya terdampak banjir.

Hingga Rabu (17/12/2025), masyarakat di wilayah perbatasan Langkat dan Aceh Tamiang masih membersihkan lumpur tanpa dukungan air bersih dan listrik. Hujan kembali turun sejak dini hari, sementara listrik belum menyala, sehingga semakin menyulitkan penanganan darurat dan komunikasi warga.

SPI menegaskan, kehadiran negara secara penuh dan bertanggung jawab menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dapat bangkit dan memulihkan kehidupan pascabencana. (Sirana.id)

Baca juga: Banjir Sumatera Bukti Krisis Iklim dan Perusakan Hutan Tak Bisa Diabaikan Lagi

Tags: aceh tamiangbanjir sumateraserikat petani indonesia
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Ilustrasi Perdagangan/Freepik

Hari Buruh Migran Internasional, Komnas HAM Ungkap Maraknya TPPO Modus Online Scam yang Menjerat PMI

Sejumlah warga di Banda Aceh turun ke jalan bertajuk Aksi Bendera Putih (18/12/2025). (© x.com/@remotivi)

Bendera Putih di Aceh Jadi Tanda Negara Gagal Hadir untuk Korban Bencana

Poster anti-kriminalisasi jurnalis (©Toto Santiko Budi via Shutterstock)

DARURAT PEMBATASAN INFORMASI BENCANA: NEGARA WAJIB MINTA MAAF

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved