SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Kriminalisasi Nelayan Muara Badak dan Warga Desa Telemow, serta Pembunuhan Muara Kate

Beratnya Memperjuangkan Lingkungan dan Hak Azasi Manusia

Sirana.id by Sirana.id
14 July 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini
0
orasi aktivis di atas perahu yang melaju di Teluk Balikpapan (Dok: Sirana.id)

orasi aktivis di atas perahu yang melaju di Teluk Balikpapan (Dok: Sirana.id)

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perjuangan aktivis pembela HAM masih menghadapi tantangan berat. Termasuk di Kalimantan Timur, yang punya beberapa catatan buruk. Dari kriminalisasi hingga pembunuhan yang tak jelas ujungnya hingga sekarang.

Secara keseluruhan, Amnesty International mencatat lima bentuk serangan terhadap pembela HAM, seperti pelaporan ke polisi, penangkapan, kriminalisasi, intimidasi dan serangan fisik serta serangan terhadap lembaga tempat pembela HAM bekerja.

Dalam catatan Amnesty International di Indonesia, sebanyak 41 pembela HAM termasuk, di antaranya, 21 anggota masyarakat adat, tujuh nelayan dan delapan tokoh masyarakat dilaporkan ke polisi selama periode Januari hingga Juni 2025.

Di sisi lain, Kalimantan Timur juga termasuk tak adem ayem. Di provinsi ini, kasus kriminalisasi juga menimpa nelayan. Seperti empat nelayan di Muara Badak, Kutai Kartanegara yang dipolisikan setelah protes terhadap dugaan pencemaran oleh perusahaan minyak milik negara yang berdampak pada budidaya kerang dara mereka. M Yusuf, M Said, M Yamin, dan H Tarre dilaporkan ke polisi oleh PHSS karena dianggap masuk tanpa izin ke area pengeboran milik mereka.

Dalam wawancaranya ke awak media beberapa waktu lalu, M Yusuf memaparkan ratusan kepala keluarga terdampak dari dugaan pencemaran oleh perusahaan minyak tersebut.

“Kerugian diperkirakan mencapai Rp68,4 miliar akibat gagal panen,” sambungnya.

Selain nasib nelayan yang dipolisikan karena memperjuangkan hak mereka dan lingkungan hidup di Muara Badak, warga Desa Telemow yang tak jauh dari Ibu Kota Nusantara (IKN) juga mengalami nasib hampir mirip sejak tahun lalu. Pada Maret 2025, empat warga Desa Telemow ditahan. Mereka dijerat dengan dalih pengancaman dan penyerobotan lahan. Warga Desa Telemow, terus memperjuangkan hak tanah mereka dari klaim Hak Guna Bangunan (HGB) PT ITCIKU. Ada 93 KK yang berada di 83,55 hektare terancam tergusur.

Warga pun was-was dan tak bisa berkebun. Akses jalan ke kebun diblokir. Mereka juga tak bisa bawa parang ke kebun. Sebab, mereka khawatir nanti dituduh mau mengancam pekerja dan jadinya dikriminalisasi. Seperti beberapa rekan mereka.
Bahkan, sudah bertahun-tahun mereka tak bisa menanam padi.

Tak hanya ancaman bui atau sumber nafkah. Nyawa Rusel di Muara Kate, Paser pun hilang karena memperjuangkan haknya. Dia dibunuh pada November 2024, karena menolak jalan umum jadi jalan hauling batu bara.

Namun, hingga kini hasil penyelidikan belum menemukan titik terang. Bahkan, meskipun Wapres Gibran Rakabuming pada Juni lalu sudah berdialog dengan warga Muara Kate dan berjanji akan menindaklanjutinya. Tak hanya janji dari Wapres, warga Muara Kate juga sudah menelan janji dari Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud soal pengawalan kasus yang tak kunjung ada titik terangnya hingga saat ini. (Sirana.id)

Baca juga: Jatam Kaltim dan Warga Minta Informasi Hasil Uji Laboratorium Air Baku Pasca Ledakan Sumur Minyak Sangasanga

Tags: desa telemowkalimantan timurmuara badakmuara katenelayan
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
penampakan pertambangan di Kalimantan Timur. Salah satu sektor penyebab deforestasi Hutan Kalimantan Timur (foto: Nofiyatul Chalimah)

Nasib Hutan Kalimantan Timur dalam Pembahasan Revisi Undang-Undang Kehutanan

(Ilustrasi Gotong royong/Freepik)

Desa Margahayu Andalkan Perkebunan sebagai Penggerak Ekonomi, BUMDes Siap Dukung Pemasaran Hasil Tani

(Ilustrasi pelayanan kesehatan/Freepik)

Layanan Kesehatan Desa Margahayu Terhambat Minimnya Tenaga Medis, Pemerintah Desa Berupaya Penuhi Kebutuhan Dasar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

1 day ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

1 day ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

1 week ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved