Kutai Kartanegara – Bagi penggemar mancing, Muara Badak di Kutai Kartanegara bisa menjadi destinasi impian. Wilayah pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Makassar ini menawarkan pengalaman memancing yang kaya dengan beragam jenis ikan, yang bisa menjadi incaran utama para pemancing.
Muara Badak tidak hanya dikenal sebagai kawasan industri dan perikanan, tetapi juga menyimpan potensi wisata bahari yang masih jarang terekspos. Salah satu daya tarik utama bagi para pemancing adalah keberadaan spot-spot potensial di sekitar muara sungai dan perairan lepas.
“Di sini banyak spot yang bagus, tergantung target ikan yang dicari,” ujar salah satu pengelola tambak di Muara Badak Ilir, Syamsu Alam.
Banyak pemancing yang sejak lama kerap menggunakan jasa nelayan untuk memancing di laut. Tetapi, biasanya kegiatan ini hanya dilakukan para penghobi mancing saja dan tidak membawa keluarga. Namun, saat ini di tambak yang dia kelola dan area tambak lain sudah berdiri pondokan. Juga jembatan untuk wisata mangrove yang dibangun pemerintah. Jadi, warga yang datang bisa memancing dan membawa keluarganya bersantai. Lalu, sambil berwisata mangrove.

Jadi, selain aktivitas memancing, kawasan ini juga menawarkan pengalaman wisata bahari lainnya, seperti susur sungai dengan perahu nelayan atau menikmati panorama matahari terbenam di pesisir. Beberapa desa di sekitar Muara Badak juga mulai mengembangkan konsep ekowisata berbasis komunitas untuk menarik lebih banyak wisatawan.
“Selain memancing, wisatawan juga bisa belajar tentang budidaya ikan dan ekosistem pesisir,” tambahnya.
Potensi wisata memancing di Muara Badak bisa menjadi daya tarik baru bagi Kutai Kartanegara, yang selama ini lebih dikenal dengan wisata budaya dan sejarahnya. Dengan promosi yang tepat serta dukungan infrastruktur wisata yang memadai, bukan tidak mungkin Muara Badak akan menjadi destinasi favorit bagi para pemancing dari berbagai daerah. (Advertorial/Dinas Pariwisata Kukar)















