Tenggarong – Waduk Panji, sebuah oase tenang di jantung Tenggarong yang sejak puluhan tahun lalu, menjadi tempat rekreasi warga Kutai Kartanegara, tengah bersiap menjalani transformasi besar. Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar kini tengah mematangkan konsep revitalisasi menyeluruh untuk mengembalikan pesona waduk sekaligus menjadikannya destinasi alam modern yang berkelanjutan.
“Kawasan ini punya potensi besar, tapi pengelolaannya belum maksimal. Kami ingin memperkuat identitas Waduk Panji sebagai ruang publik yang asri, multifungsi, dan ramah lingkungan,” ujar Arianto, Pelaksana Tugas Kepala Dispar Kukar.
Revitalisasi tak hanya menyentuh aspek estetika. Dispar berencana menata ruang terbuka hijau, memperbaiki jalur pedestrian, menambah area duduk yang nyaman, serta menghidupkan kembali taman bunga yang sempat terbengkalai. Waduk Panji juga akan dilengkapi dengan fasilitas baru seperti area seminar terbuka dan zona edukasi lingkungan.
Langkah ini dilakukan dengan menggandeng konsultan profesional agar rancangan yang dihasilkan tetap berpijak pada karakter alam sekitar dan kebutuhan masyarakat. Konsep pembangunan berkelanjutan menjadi prinsip utama yang diusung.
Kawasan yang dikelilingi rimbunnya pepohonan ini memang memiliki kekuatan alami yang khas.
“Kami ingin mempertahankan nuansa alaminya, tapi dengan sentuhan modern yang ramah pengunjung,” jelas Arianto.
Ia menambahkan, penataan juga akan diarahkan agar membawa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk pelaku usaha kecil dan UMKM.
Dengan konsep yang tengah difinalisasi, proyek ini diharapkan bisa dimulai setelah seluruh persetujuan teknis diperoleh. Dispar Kukar menargetkan Waduk Panji tak hanya jadi tempat melepas penat, tetapi juga menjadi ikon baru pariwisata alam Kukar yang inklusif, hijau, dan berkelas.
Jika berhasil, revitalisasi ini akan menjadi contoh bagaimana ruang publik dapat dikembangkan dengan tetap menjaga harmoni antara alam, budaya, dan kebutuhan masyarakat urban. (Advertorial/Dinas Pariwisata Kukar)















