SAMARINDA – Angin kencang di Kalimantan Timur, melanda beberapa wilayah di Kaltim. Sebabnya adalah kondisi dinamika atmosfer di sebagian wilayah Indonesia yang dipengaruhi Siklon Tropis Trami. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun memaparkan cuaca ekstrem di masa peralihan masih berpotensi melanda sebagian wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Timur hingga 31 Oktober 2024.
Dalam keterangan BMKG, Siklon tropis ini memberikan pengaruh kepada peningkatan kecepatan angin, terutama di Kalimantan bagian timur dan utara, Sulawesi bagian utara, serta Maluku Utara. Maka dari itu, angin kencang di kalimantan timur terjadi.
“Dengan kecepatan hingga lebih dari 25 knot (46 km/jam),” jelas BMKG dalam laporannya pada Jumat (25/10/2024).
Sejumlah wilayah di Kalimantan Timur seperti Mahakam Ulu pun terdampak. Dilaporkan rumah warga rusak akibat angin kencang. Di Kutai Kartanegara juga angin kencang ini membuat atap RSUD AM Parikesit ambruk pada Kamis (24/10/2024) sore.
Dinding atap gedung berupa pecahan beton dan bata ringan jatuh. Lalu, menimpa plafon hingga material tersebut terjatuh ke lantai ruang inap Gedung Enggang Tiga.
“Tidak ada korban cedera. Seluruh pasien telah dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Direktur RSUD AM Parikesit, dr. Martina Yulianti.
Maka dari itu, masyarakat di Kalimantan Timur, diharapkan bisa menyiapkan sejumlah langkah waspada. Sementara itu, BMKG Berau juga hari ini mengeluarkan peringatan dini.
“Berdasarkan Pantauan Dinamika Atmosfer dari BMKG, Siklon Tropis TRAMI terpantau di Laut Filipina, dengan kecepatan angin maksimum 50 knot dan tekanan Udara minimum 985 hPa serta bergerak ke arah Barat Laut. Siklon tropis Trami menyebabkan angin kencang dengan kecepatan angin berkisar 08-25 knots (15-46 km/jam) dan gelombang sedang (1.25-2.5 m) di wilayah perairan Berau dan sekitarnya. Bagi yang beraktivitas terutama di wilayah pesisir atau perairan, mohon waspada terhadap kecepatan angin dan tinggi gelombang yang cukup tinggi di area tersebut.” (sirana.id)
Baca juga: September 2024, Anomali Suhu Tertinggi Sejak 1981















