SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Advertorial

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

Sirana.id by Sirana.id
14 August 2026
in Advertorial, Kalimantan Timur
0
Manfaatkan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan (foto: Istimewa)

Manfaatkan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan (foto: Istimewa)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bontang – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Program Peningkatan Kapasitas Petani (PAK TANI), mengajak petani dan kelompok masyarakat di Kota Bontang mengoptimalkan potensi limbah organik menjadi kompos berkualitas. Hal ini bertujuan untuk mendorong penerapan pertanian produktif dan berkelanjutan

Kegiatan bertajuk “Olah Limbah, Jadi Kompos Lebih Mudah, Panen Berlimpah” ini diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur. Diantaranya anggota kelompok petani, petani milenial, Kelompok Wanita Tani, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta Karang Taruna se-Kota Bontang.

Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pupuk Kaltim, Sutrisna, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan mendukung pemberdayaan masyarakat, melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara mandiri.

Para peserta dibekali pengetahuan terkait pemupukan berimbang, sekaligus praktik pengolahan limbah organik menjadi kompos dengan memanfaatkan Biodex, produk biodekomposer produksi Pupuk Kaltim yang berfungsi mempercepat proses penguraian bahan organik. Hal ini melihat potensi limbah organik di masyarakat yang cukup besar, baik dari aktivitas pertanian, peternakan, maupun limbah dapur SPPG.

Jika tidak dikelola dengan baik, bahan tersebut dapat menjadi residu yang berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan. Sebaliknya dengan pengelolaan yang tepat, limbah organik dapat diolah menjadi kompos yang memberi manfaat bagi sektor pertanian.

“Pengetahuan inilah yang ingin kita dorong, agar masyarakat melihat limbah sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan bermanfaat bagi kesuburan tanah maupun tanaman,” ujar Sutrisna, saat mengawali kegiatan di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Kamis (6/8/2026).

Menurut Sutrisna, pertanian berkelanjutan membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi, tapi juga memperhatikan efisiensi sumber daya dan kelestarian lingkungan. Salah satunya dapat dicapai melalui pemanfaatan kompos sebagai sumber daya yang memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian.

Hal ini juga sejalan dengan konsep ekonomi sirkular, di mana material yang sebelumnya dianggap limbah dapat kembali dimanfaatkan dalam suatu siklus produksi. Pendekatan tersebut dinilai penting, untuk menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien sekaligus mengurangi tekanan terhadap lingkungan.

“Seiring perubahan cara pandang terhadap limbah organik, maka pemanfaatannya akan memperkuat pemberdayaan masyarakat serta menciptakan manfaat ekonomi maupun lingkungan yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” terang Sutrisna.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan terus mendorong peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memberi dampak berkelanjutan melalui pemberdayaan dengan lebih signifikan. Begitu pula dengan pengetahuan pada pelatihan ini, diharapkan dapat diterapkan peserta secara langsung, serta dibagikan bagi anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar untuk memperluas manfaat.

“Yang ingin kita bangun adalah kemandirian. Saat masyarakat sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan, maka mereka mampu mengelola potensi yang ada di lingkungannya sendiri. Ini yang akan membuat sebuah program menjadi berkelanjutan,” tambah Sutrisna.

Acara pelatihan pemanfaatan limbah organik (foto: Istimewa)
Acara pelatihan pemanfaatan limbah organik (foto: Istimewa)

Pj Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang senantiasa mendukung pemberdayaan masyarakat, khususnya peningkatan kapasitas di sektor pertanian dan lingkungan. Pelatihan ini pun dinilai memiliki manfaat strategis, dalam mendorong masyarakat menekan persoalan limbah organik yang selama ini kerap berujung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Saudara-saudara sekalian tidak hanya bisa menerapkan ilmu untuk diri sendiri, tapi juga mampu menjadi agen perubahan (agent of change) di kelompok tani serta wilayahnya masing-masing. Sasaran ini kami harap dapat tercapai dengan baik,” ungkap Akhmad Suharto.

Dirinya pun mendorong praktik pembuatan kompos dapat direplikasi secara mandiri oleh kelompok masyarakat, termasuk menjadikan pengolahan limbah sebagai kebiasaan sehari-hari. Kata dia, semakin banyak yang mampu mengolah limbah organik, maka potensi pengurangan volume limbah dapat lebih optimal dalam mendukung ketahanan pangan serta pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

“Upaya ini juga memberi nilai tambah bagi masyarakat, karena bahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat kembali ke lahan dalam bentuk kompos, sehingga membantu menjaga kualitas tanah dalam budidaya pertanian,” lanjut Suharto.

Salah satu peserta pelatihan, Anas Taneng, perwakilan Kelompok Tani Sabar Menanti, Kelurahan Bontang Lestari, menilai materi pada pelatihan ini relevan dengan kebutuhan petani di lapangan. Terlebih, pengelolaan limbah organik menjadi kompos merupakan alternatif untuk meningkatkan pemanfaatan bahan yang tersedia di sekitar lahan pertanian.

“Pelatihan ini memberi tambahan ilmu bagi kami tentang bagaimana limbah organik diolah menjadi kompos menggunakan Biodex. Pengetahuan seperti ini sangat bermanfaat untuk kami terapkan ke depannya,” kata Anas.

Lebih lanjut, Anas menjelaskan, dirinya bersama anggota kelompok tani mendapat gambaran lebih jelas mengenai proses pengolahan bahan organik hingga menjadi kompos yang siap digunakan. Terlebih sejumlah bahan organik di sekitar lingkungan pertanian selama ini belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal.

Anas pun berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan berkelanjutan, sehingga semakin banyak petani yang mendapat pengetahuan dan keterampilan baru. “Kami memastikan ilmu yang diperoleh tidak hanya berhenti di pelatihan, tapi untuk kami praktikkan di kelompok. Kalau berhasil, tentu bisa dikembangkan serta dibagikan ke petani lainnya,” pungkas Anas Taneng.(*/adv)

Tags: advertorialbontangpertanianpupuk kaltim
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Petugas padamkan karhutla (dok: BPBD Kaltim)
Kalimantan Timur

Awal Agustus, Hotspot di Kaltim Capai 4,7 ribu Titik

14 August 2026
Ngayang Ding (Perempuan Adat Kampung Lung Isun)
Ceritarana

Melindungi Hutan Adat Bahau Umaq Suling, Melindungi Hidup Masyarakatnya

11 August 2026
Saat masyarakat adat berkomunikasi untuk percepatan penetapan hutan adat (foto: istimewa)
Kalimantan Timur

Masyarakat Long Isun dan Long Pahangai I Tuntut Penetapan Hutan Adat Bahau Umaq Suling

11 August 2026
Next Post
Petugas padamkan karhutla (dok: BPBD Kaltim)

Awal Agustus, Hotspot di Kaltim Capai 4,7 ribu Titik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Petugas padamkan karhutla (dok: BPBD Kaltim)

Awal Agustus, Hotspot di Kaltim Capai 4,7 ribu Titik

42 minutes ago
Manfaatkan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan (foto: Istimewa)

Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan

7 hours ago
Ngayang Ding (Perempuan Adat Kampung Lung Isun)

Melindungi Hutan Adat Bahau Umaq Suling, Melindungi Hidup Masyarakatnya

3 days ago
Saat masyarakat adat berkomunikasi untuk percepatan penetapan hutan adat (foto: istimewa)

Masyarakat Long Isun dan Long Pahangai I Tuntut Penetapan Hutan Adat Bahau Umaq Suling

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Awal Agustus, Hotspot di Kaltim Capai 4,7 ribu Titik
  • Pupuk Kaltim Dorong Pemanfaatan Limbah Organik untuk Pertanian Berkelanjutan
  • Melindungi Hutan Adat Bahau Umaq Suling, Melindungi Hidup Masyarakatnya

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved