BERAU – Kakao menjadi salah satu komoditas unggulan dari Berau. Wilayah ini pun sudah mengekspor produk bahan baku cokelat tersebut. Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik pun melirik komditas ini dan memuji konsep inti plasma kakao yang dikembangkan Berau Coal (perusahaan batu bara) dengan petani di Berau.
“Konsep inti plasma untuk kakao ini mungkin contoh yang pertama di Indonesia. Sebab biasanya kan inti plasma itu sawit saja,” kata Akmal.
Untuk diketahui, inti plasma adalah konsep kemitraan antara perusahaan besar (inti) dengan kelompok tani (plasma). Perusahaan besar menyediakan berbagai dukungan seperti bibit unggul, pupuk, teknologi pertanian, dan akses pasar. Sementara kelompok tani mengelola lahan dan melakukan budidaya tanaman.
Kakao dari Berau sendiri sudah diekspor sejak 2023 lalu. Pada Januari 2023, Berau melakukan Pelepasan Ekspor Komoditi Biji Kakao Fermentasi ke Virginia Amerika Serikat sebanyak 15 ton, kegiatan ekspor ini dilakukan oleh PT. Khatulistiwa Agro Sentosa Serasi (KASS).
Di sisi lain, Akmal Malik mengaku banyak lahan bekas tambang yang bisa dikembangkan untuk tanaman bahan baku cokelat tersebut.
“Bagi saya ini contoh yang baik. Saya akan terus gelorakan, bagaimana 500 ribu hektare lahan yang sudah dikembalikan oleh pemegang IUP, bisa kita kelola bersama untuk mendukung ketahanan pangan di Kaltim,” lanjut Akmal.
Sementara itu, Direktur Operasional dan HSE Berau Coal Arief Wiedhartono menjelaskan alasan kakao dipilih dalam program pemberdayaan masyarakat, karena memang sangat cocok dikembangkan di daerah ini selain karet.
Mereka pun telah melakukan penelitian untuk pengembangan cokelat ini dan potensinya sangat bagus, termasuk di areal pascatambang.
“Kami masuk untuk membantu petani. Mulai dari proses penyediaan bibit kakao, membeli hasil petani dan membantu memasarkannya,” jelas Arief Wiedhartono.
Diungkapkan Arief, sebelumnya produk petani sulit diterima pasar. Karena itu, mereka mengambil alih prosesnya dan membantu agar produk petani bisa diterima pasar. (sirana.id)
baca juga: Melirik Limbah Sawit Untuk Energi di Kaltim















