SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

Guru sebagai Pilar Bangsa: Menghargai Peran, Menjamin Kesejahteraan, dan Mengakui Kerja Perawatan

AdminSirana2 by AdminSirana2
9 October 2025
in Nasional
0
(Ilustrasi guru/freepik)

(Ilustrasi guru/freepik)

0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) mengapresiasi dedikasi para guru yang menanamkan nilai hak asasi manusia, keadilan dan kesetaraan gender, toleransi, serta perawatan kerja di ruang pendidikan. Menurut data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristekdikti), terdapat sekitar 3,19 juta guru di Indonesia pada Semester I TA 2024/2025 dengan rincian guru perempuan sebanyak 2.185.396 (72%) dan guru laki-laki sebanyak 834.384 (28%). Data ini menunjukkan besarnya peran guru, khususnya perempuan, dalam menggerakkan dunia pendidikan di Indonesia.

Dengan banyaknya mayoritas perempuan, profesi guru juga mencerminkan ketidaksetaraan gender di dunia kerja. Guru perempuan sering menangani beban ganda—tugas profesional di sekolah dan tanggung jawab domestik di rumah—yang jarang dihitung sebagai kerja produktif. Laporan CATAHU 2024 Komnas Perempuan mencatat bahwa perempuan pekerja di sektor pendidikan, termasuk guru, rentan mengalami diskriminasi berbasis gender, mengungkapkan seksual, hingga kekerasan dalam hubungan kerja. Hal ini mempertegas bahwa perjuangan kesejahteraan guru tidak bisa lepas dari perjuangan melawan kekerasan berbasis gender di ruang pendidikan.

Ironisnya, banyak guru yang masih berstatus honorer dengan gaji jauh di bawah kebutuhan hidup layak, bahkan di bawah upah harian buruh kasar. Kondisi ini menunjukkan lemahnya perhatian negara terhadap guru kesejahteraan, padahal Pasal 28C ayat (1) dan Pasal 28D ayat (2) UUD 1945 menegaskan hak warga negara untuk memperoleh pendidikan dan penghidupan yang layak. UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen juga menekankan bahwa guru berhak atas penghasilan dan jaminan kesejahteraan sosial.

Devi Rahayu, Komisioner Komnas Perempuan, menyatakan: “Kesejahteraan guru bukan sekedar tuntutan, melainkan kewajiban konstitusional negara. Tanpa guru yang sejahtera, mustahil pendidikan berkualitas dapat terwujud.”

Komnas Perempuan menegaskan bahwa negara harus menunaikan kewajibannya sesuai dengan instrumen internasional, yaitu: pertama, CEDAW Pasal 11 menjamin hak perempuan untuk bekerja dalam kondisi adil, aman, dan setara. Kedua, Tujuan SDGs 4 dan 5 pendidikan berkualitas dengan kesetaraan gender. Ketiga, Konvensi ILO 190 menegaskan hak pekerja untuk bebas dari kekerasan dan terbuka di dunia kerja.

Hari Guru Sedunia bukan sekedar seremoni, melainkan momen advokasi global. Komnas Perempuan menegaskan bahwa negara wajib mengakhiri praktik diskriminasi dan pemiskinan struktural terhadap guru, khususnya guru perempuan. Menghormati guru berarti menegakkan HAM, menghargai kerja pemeliharaan, dan menjamin masa depan bangsa. Memperingati hari Guru Sedunia 5 Oktober ini Komnas Perempuan dijanjikan kepada pemerintah dan lembaga pendidikan non pemerintah untuk:

  1. Mengalokasikan anggaran pendidikan yang berfokus pada kesejahteraan guru, bukan hanya infrastruktur.
  2. Memberikan pengakuan kerja perawatan sebagai kerja penting yang menentukan keberhasilan pendidikan.
  3. Memberikan perlindungan dari kekerasan berbasis gender di sektor pendidikan, termasuk mekanisme pengaduan yang aman dan berpihak pada korban.
  4. Menjamin jaminan penghasilan layak dan perlindungan sosial bagi semua guru, baik di perkotaan maupun daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).

Daden Sukendar, Komisioner Komnas Perempuan, menegaskan: “Guru adalah garda terdepan bangsa. Tanpa guru yang dihormati dan disejahterakan, masa depan pendidikan Indonesia akan rapuh.” (Sirana.id)

Baca juga: Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

Tags: guruhari gurutenaga pendidik
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)
Nasional

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026

25 August 2026
Saat masyarakat adat berkomunikasi untuk percepatan penetapan hutan adat (foto: istimewa)
Kalimantan Timur

Masyarakat Long Isun dan Long Pahangai I Tuntut Penetapan Hutan Adat Bahau Umaq Suling

11 August 2026
Next Post
Nelayan di Desa Pela melempar jaring (foto: Rahma A/Sirana.id)

Melindungi yang Berlayar, Menghindarkan Katarak Pada Nelayan 

(Ilustrasi jurnalistik/Freepik)

Keterangan Ahli: Tanpa Pengecualian, UU PDP Mengancam Kebebasan Pers, Kebebasan Akademik dan Kebebasan Seni Budaya

Dok: Istimewa

Desa Loa Kulu Kota Buka Kelas Bahasa Asing Gratis untuk Warga

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved