SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Dua Balita Samarinda Dibunuh Ayah Kandung, Bukti Filisida Masih Menghantui Anak-Anak

Sirana.id by Sirana.id
26 July 2025
in Kalimantan Timur, Ranaterkini
0
ilustrasi anak-anak (generated by AI)

ilustrasi anak-anak (generated by AI)

0
SHARES
13
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Jumat (25/7/2025) petang, Jalan Kahoi Samarinda heboh. Diduga, dua balita Samarinda dibunuh ayah kandung. Sementara, nenek buyut korban atau nenek dari ayah itu juga dilarikan ke rumah sakit akibat penganiayaan oleh cucunya sendiri. Kasus ini, menjadi bukti perempuan dan anak masih jadi kelompok rentan korban kekerasan. Termasuk di rumahnya sendiri.

Hal ini seiring dengan data Simfoni Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) yang diakses pada Sabtu 26 Juli 2025. Di Kalimantan Timur pada 2025 ini, ada 794 kasus kekerasan yang terekam. Kasus di Kalimantan Timur pun, tertinggi di Pulau Kalimantan dengan korban perempuan 408 orang dan korban anak 599 orang. Masih dari sumber data yang sama, mayoritas kasus kekerasan di negeri ini pun terjadi di rumah tangga.

Di antara ragam kekerasan itu, salah satu kekerasan yang terjadi adalah filisida. Alias, pembunuhan yang dilakukan orangtua terhadap anaknya sendiri. Kasus ini tak main-main, dalam catatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada 2024, ada 60 kasus filisida ini. Komisioner KPAI, Diyah Puspitarini pada awal 2025 lalu pun memaparkan, filisida awal berupa kekerasan ringan yang diterima anak dari orang tuanya. Namun, kekerasan berupa verbal hingga fisik yang sering dilakukan orang tua ke anaknya menjadi kekerasan berat mengakibatkan kematian. Nahasnya, dalam keluarga, sosok yang paling tidak berdaya adalah anak.

“Pembunuhan anak oleh orang tuanya. Banyak anak yang tidak mendapat pengasuhan, dan mereka juga menjadi korban kekerasan psikis, fisik, bahkan sampai meninggal dunia,” kata Diyah.

Banyak hal yang sebenarnya dapat mencegah filisida terjadi. Terutama adalah kesiapan seseorang menjadi orangtua. Pada kasus dua balita Samarinda dibunuh ayah kandung, ayah balita tersebut terbilang masih berusia 24 tahun. Sedangkan anaknya berusia 4 tahun dan 3 tahun. Maka asumsinya, pelaku menikah di usia cukup muda yaitu 19-20 tahun. Di bawah usia minimal menikah yang ditetapkan pemerintah yaitu 21 tahun. (Sirana.id)

Baca juga: Nelangsa Anak Yatim Piatu Tanpa Jaminan Keamanan

Tags: balitabalita samarindafilicidefilisidakasus pembunuhansamarinda
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)
Kalimantan Timur

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

19 January 2026
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa
Nasional

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

17 January 2026
Bandara Maratua/RA
Ceritarana

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

16 January 2026
Next Post
ilustrasi remaja berolahraga (Ilustrasi AI)

Desa Kota Bangun III Gunakan Olahraga sebagai Strategi Cegah Kenakalan Remaja

(Ilustrasi lahan eks tambang/Istimewa)

Pemdes Kota Bangun III Kembangkan Wisata Danau Kumbara dengan Fasilitas Lengkap

(Ilustrasi persawahan/Istimewa)

Pemuda dan Perempuan Desa Kota Bangun III Kembangkan Pertanian Modern dan Produk Unggulan Lokal

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Induk pesut mahakam dan anaknya (YK-RASI)

Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam

9 hours ago
ilustrasi pesisir di Pulau Jawa

Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain

2 days ago
Konferensi Pers, Indonesian Parliamentary Center (IPC) bersama Sindikasi Pemilu dan Demokrasi/Istimewa

Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

2 days ago
Bandara Maratua/RA

Tak Lagi Perintis, Rute Berau–Maratua Kini Terbang Komersial

3 days ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak ancaman jurnalis balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca diskominfo kukar gempa ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim KUHAP kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat muara badak perempuan perempuan pekerja perubahan iklim pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang wisata yayasan mitra hijau
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Alasan Mengapa Tak Ada Penangkaran Pesut Mahakam
  • Degradasi Padang Lamun di Sumatera dan Jawa Lepaskan Karbon Lebih Besar Dibandingkan Wilayah Lain
  • Pilkada Tak Langsung Dinilai Merugikan Rakyat

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved