SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Nasional

BRIN Tawarkan Penyemaian Kapur Untuk Bantu Atasi Pemanasan Global

Sirana.id by Sirana.id
13 November 2024
in Nasional, Ranaterkini
0
Ilustrasi sinar matahari di atas perairan Kalimantan Timur (sirana.id)

Ilustrasi sinar matahari di atas perairan Kalimantan Timur (sirana.id)

0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

SALAH satu persoalan iklim yang menjadi perhatian dunia saat ini adalah pemanasan global yang disebabkan oleh efek rumah kaca. Salah satunya akibat emisi gas karbon dioksida (CO2).

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Mahally Kudsy menjelaskan, inventor menawarkan solusi baru dalam mengatasi masalah karbon dioksida melalui metode penyemaian kapur kalsium oksida (CaO) atau kalsium hidroksida (Ca(OH)2) di area yang mengandung konsentrasi CO2 tinggi.

“Penyemaian ini dapat dilakukan baik secara dinamis menggunakan pesawat terbang, maupun secara statis dengan menggunakan base generator,” kata Mahally, dalam Webinar PRLSDA ke-61, Kamis, (7/11).

Tujuan utama dari invensi ini, ungkap Mahally, adalah untuk mengurangi konsentrasi gas karbon dioksida yang terbentuk akibat kebakaran hutan dan atau lahan. Hal ini dilakukan dengan metode penyemaian kapur kalsium oksida atau kalsium hidroksida di udara yang terkontaminasi gas CO2, termasuk yang tercampur dengan asap kebakaran hutan.

“Selain itu, invensi ini bertujuan untuk menawarkan metode baru dalam mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi salah satu gas rumah kaca, yaitu CO2, melalui penyemaian kapur ke dalam udara yang mengandung gas rumah kaca tersebut,” tambah peneliti yang tergabung dalam Kelompok Riset Rekayasa Cuaca untuk Pengelolaan Sumber Daya Air ini.

Kalsium oksida dan kalsium hidroksida memiliki sifat yang secara spontan dapat mengikat gas CO2 dan mengubahnya menjadi kalsium karbonat (CaCO3). Proses ini membuat kedua senyawa ini sangat tepat digunakan untuk mengurangi gas rumah kaca, khususnya CO2.

Mahally menyebut, kapur kalsium oksida dan kalsium hidroksida merupakan senyawa yang mudah didapatkan di pasaran dan sangat efektif dalam menyerap gas CO2 dari udara, kemudian mengubahnya menjadi kalsium karbonat.

Meskipun gas rumah kaca seperti CO2 dalam konsentrasi tertentu diperlukan untuk mendukung kehidupan tumbuh-tumbuhan, kelebihan gas CO2 di atmosfer dapat menyebabkan pemanasan global yang berbahaya. Tanpa adanya gas rumah kaca, perbedaan suhu antara siang dan malam hari akan sangat ekstrem, yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.

Lebih lanjut Mahally mengemukakan, menurut Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), jika laju emisi gas CO2 terus dibiarkan tanpa upaya pengurangan, suhu global rata-rata diperkirakan akan meningkat 0,3 derajat celsius setiap sepuluh tahun.

Menurutnya, karbon dioksida memiliki kemampuan bertahan lama di atmosfer, bahkan bisa terurai dalam waktu 50 hingga 200 tahun. Akibatnya, konsentrasi CO2 di atmosfer semakin meningkat seiring berjalannya waktu.

“Upaya yang dilakukan oleh para ahli selama ini umumnya bersifat pencegahan. Seperti himbauan untuk mengurangi penggunaan material yang menghasilkan gas CO2 berlebihan, atau upaya statis seperti penanaman pohon untuk menyerap CO2 dari atmosfer. Namun, seiring dengan semakin berkurangnya luas hutan dan lahan pertanian akibat pertambahan jumlah penduduk dan perluasan daerah industri, maka untuk mempertahankan daerah hijau dan area tanam semakin sulit,” ungkap Mahally.

“Selain itu, sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan semakin memperburuk kondisi ini,” tegasnya. (Sirana.id)

Tags: BRINPemanasan Global
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
Acara Evaluasi Perkembangan Desa Se-Kukar

Sekda Kukar Dorong Desa Perhatikan Data Profil

Ilustrasi wilayah perairan di Mahakam Tengah, Kutai Kartanegara (Sirana.id)

Memulihkan Lingkungan, Melestarikan Kehidupan

Pembukaan pelatihan kerja di Tenggarong Seberang

Latih Keahlian dan Sertifikasi untuk Warga Kukar

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

22 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

22 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

7 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved