Muara Badak – Kepiting menjadi komoditas unggulan dari perairan Muara Badak, Kutai Kartanegara. Dengan kondisi Muara Badak yang punya hutan mangrove luas, kepiting muara badak bisa ditangkap dan dibudidayakan lebih mudah.
Maka dari itu, Budidaya kepiting merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang penting di Muara Badak. Petani kepiting di daerah ini menggunakan tambak sebagai tempat budidaya kepiting. Salah satu pengelola tambak di Muara Badak adalah Syamsu Alam.
“Hasil kepiting dari tambak kita, lumayan lah. Banyak yang mau beli,” kata dia.
Kepiting pun jadi komoditas menjanjikan. Sebab, kepiting punya nilai ekonomi tinggi. Peminatnya selalu banyak. Harga kepiting juga relatif tinggi di pasaran memberikan keuntungan signifikan bagi para nelayan dan pembudidaya tambak.
Meski potensinya besar, budidaya tambak juga harus memikirkan catatan lingkungan. Eksploitasi berlebihan tambak, akan berdampak pada ekosistem Delta Mahakam. Sebab, tambak membutuhkan pembukaan lahan mangrove. Jika semua lahan mangrove dibuka, bisa menjadi hal negatif untuk lingkungan.
Jika lingkungan tak menunjang, maka ujung-ujungnya juga ke sektor ekonomi. Produksi kepiting akan turun. Maka dari itu, edukasi harus dilakukan untuk melakukan budidaya kepiting yang ramah lingkungan di Muara Badak. Salah satunya dengan melakukan silvofishery atau membuat tambak ramah lingkungan. Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, komoditas kepiting dari Muara Badak tidak hanya dapat menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pelestarian lingkungan. Ekowisata juga bisa menjadi alternatif pengembangan yang mendukung sektor ekonomi masyarakat pesisir sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (Advertorial/Diskominfo Kukar)















