SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

AdminSirana2 by AdminSirana2
2 May 2026
in Kalimantan Timur, Nasional, Ranaterkini
0
Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

1 Mei 2026- Perempuan pekerja di Indonesia hingga saat ini masih berada dalam situasi penuh ketidakpastian, diskriminasi, dan kekerasan yang dinilai terus dipelihara oleh Rezim Prabowo-Gibran yang tidak berpihak pada rakyat, khususnya perempuan kelas pekerja. Di tengah tingginya angka pengangguran, maraknya pemutusan hubungan kerja, serta semakin sempitnya lapangan kerja formal yang aman, banyak perempuan dipaksa menerima pekerjaan dalam kondisi upah rendah, kontrak tidak menentu, tanpa jaminan sosial, dan rentan mengalami kekerasan.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan kegagalan negara dalam menghadirkan kerja layak sebagai hak dasar warga negara. Janji politik pemerintahan Prabowo Subianto untuk menciptakan 19 juta lapangan kerja hingga kini disebut masih jauh dari realisasi dan terus dipertanyakan publik. Sementara itu, masyarakat justru menghadapi kesulitan memperoleh pekerjaan yang aman, tetap, dan bermartabat.

Bagi perempuan, persoalan ketenagakerjaan dinilai lebih kompleks. Selain sulit mendapatkan pekerjaan, perempuan juga harus menghadapi sistem kerja yang seksis, eksploitatif, dan tidak inklusif.

Perempuan Mahardhika menilai proses rekrutmen tenaga kerja di Indonesia masih dipenuhi praktik diskriminatif. Perempuan kerap diseleksi berdasarkan usia, status perkawinan, penampilan fisik, bahkan ditanya mengenai rencana memiliki anak. Penyandang disabilitas, perempuan kepala keluarga, perempuan korban kekerasan, hingga kelompok minoritas gender juga dinilai semakin tersingkir dari akses kerja formal. Dunia kerja disebut masih memandang perempuan sebagai tenaga kerja kelas dua: mudah diberi upah murah, mudah dikendalikan, dan mudah disingkirkan.

Di sisi lain, menguatnya militerisme dalam tata kelola negara dinilai semakin mengancam demokrasi serta ruang aman bagi masyarakat sipil. Ketika pendekatan keamanan lebih diutamakan dibanding penyelesaian kesejahteraan, kritik rakyat dibungkam, kebebasan berserikat dipersempit, dan suara buruh perempuan kerap dianggap ancaman.

Militerisme disebut tidak hanya hadir dalam institusi bersenjata, tetapi juga menjelma menjadi budaya represif di ruang kerja: anti kritik, anti serikat, dan penuh intimidasi terhadap pekerja yang menuntut haknya. Situasi ini dinilai mempersempit perjuangan perempuan dalam memperoleh keadilan ekonomi dan sosial.

Selain itu, kekerasan di tempat kerja masih menjadi kenyataan yang dialami banyak perempuan. Pelecehan seksual, kekerasan verbal, ancaman pemecatan saat hamil, pemotongan upah sepihak, beban kerja berlebih, hingga kriminalisasi terhadap buruh yang menyuarakan hak masih terus terjadi. Banyak perempuan memilih diam karena takut kehilangan pekerjaan, takut mendapat stigma, dan tidak percaya terhadap mekanisme pengaduan yang sering kali tidak berpihak pada korban.

Perempuan Mahardhika Samarinda menilai dunia kerja saat ini belum menjadi ruang aman, melainkan ruang yang menormalisasi ketimpangan kuasa atas tubuh dan tenaga perempuan.

Atas kondisi tersebut, Perempuan Mahardhika Samarinda menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah segera mewujudkan kerja layak untuk perempuan
    Negara wajib memastikan tersedianya lapangan kerja yang aman, berupah layak, bebas diskriminasi, memiliki jaminan sosial, cuti haid dan melahirkan, perlindungan maternitas, serta kepastian status kerja bagi seluruh perempuan pekerja.
  2. Mendesak pemerintah bertanggung jawab atas janji politik penciptaan 19 juta lapangan kerja
    Janji penciptaan lapangan kerja tidak boleh berhenti sebagai slogan kampanye. Pemerintah harus membuka pekerjaan formal yang berkualitas, bukan sekadar pekerjaan informal, kontrak pendek, atau kerja murah tanpa perlindungan.
  3. Menolak sistem rekrutmen yang seksis dan tidak inklusif
    Seluruh perusahaan dan institusi wajib menghapus syarat-syarat diskriminatif terhadap perempuan, penyandang disabilitas, ibu tunggal, kelompok minoritas, dan seluruh kelompok rentan. Akses kerja harus dibangun berdasarkan kemampuan, bukan prasangka patriarki.
  4. Menolak militerisme dan segala bentuk represi terhadap demokrasi
    Negara harus menghentikan pendekatan represif terhadap gerakan rakyat, buruh, mahasiswa, dan organisasi perempuan. Demokrasi yang sehat adalah syarat utama agar pekerja dapat memperjuangkan haknya tanpa intimidasi.
  5. Mendesak penghapusan segala bentuk kekerasan di dunia kerja
    Pemerintah, perusahaan, dan aparat penegak hukum wajib memastikan adanya mekanisme pencegahan, pelaporan, perlindungan korban, dan penghukuman tegas terhadap pelaku kekerasan seksual maupun kekerasan berbasis gender di tempat kerja.
  6. Menyerukan persatuan perempuan pekerja untuk melawan ketidakadilan
    Kami percaya perubahan tidak datang dari belas kasihan negara maupun perusahaan, tetapi dari perjuangan perempuan pekerja yang terorganisir, bersuara, dan berani melawan sistem yang menindas.

Perempuan bukan tenaga kerja murah.
Perempuan bukan objek eksploitasi.
Perempuan berhak atas kerja yang aman, setara, dan bermartabat. (Rahma Alieffiyandi/Sirana.id)

Baca Juga: Komnas Perempuan Tegaskan Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

Tags: buruhmay dayperempuan mahardhika
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

22 April 2026
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)
Kalimantan Timur

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

22 April 2026
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Dokumentasi: Perempuan Mahardhika

Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja

4 hours ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis

1 week ago
Aksi Demo 214 oleh masyarakat Kaltim (foto:Nasya)

Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

1 week ago
Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

2 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

aji indonesia amnesty international anak badan otorita IKN balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pertambangan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pernyataan Sikap Perempuan Mahardhika Samarinda: Wujudkan Kerja Layak untuk Perempuan, Hentikan Kekerasan dan Militerisme di Dunia Kerja
  • AMNESTY INTERNATIONAL INDONESIA: Dengarkan aspirasi masyarakat Kaltim, usut kekerasan atas peserta aksi dan jurnalis
  • Empat Jurnalis Kaltim Jadi Korban Represi Saat Aksi Demo 214, Koalisi Pers Kaltim: Halangi Kerja Pers Bisa Dipidana

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved