TENGGARONG – Pemerintah Desa Muara Kaman Ulu di Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan. Fokus utama tahun ini adalah meningkatkan aksesibilitas menuju desa-desa di bagian hilir kecamatan seperti Muara Kaman Ilir, Sabingtulung, Rantau Hempang, Benua Puhun, dan Teratak.
Kepala Desa Muara Kaman Ulu, Hendra, menjelaskan bahwa total jarak dari pusat desa menuju desa-desa tersebut mencapai sekitar 30 kilometer. “Kondisi jalan di Muara Kaman Ulu sudah cukup baik dan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Saat ini yang kami butuhkan adalah peninggian jalan, pembuatan drainase air di kiri-kanan, perencanaan, pengerasan, dan semenisasi,” ujar Hendra, Kamis (31/7/2025).
Aksesibilitas menuju desa-desa tersebut masih bervariasi, dengan sebagian hanya dapat diakses melalui jalur sungai atau darat tergantung kondisi cuaca. “Ada yang hanya bisa dilalui mobil saat hari cerah, sebagian lainnya masih berupa jalan setapak. Setiap desa memiliki kondisi akses yang berbeda-beda,” jelas Hendra.
Jalur bawah atau jalur pantai yang menghubungkan pusat kecamatan dengan wilayah hilir seperti Teratak menjadi prioritas karena mampu memangkas waktu tempuh dari tiga jam menjadi satu jam tiga puluh menit. “Jalur ini sangat vital untuk mobilitas warga, distribusi logistik, termasuk distribusi minyak, dan akses darurat,” tambah Hendra.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, pemerintah desa telah mengusulkan program peningkatan jalan kepada Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Alhamdulillah usulan kami sudah masuk dalam perencanaan PUPR Kabupaten,” pungkas Hendra. Dengan meningkatnya konektivitas antar desa, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan mempercepat distribusi barang dan jasa di wilayah tersebut. (Adv/DPMD Kukar)















