SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Habitat Terancam, Buat Pesut Mahakam Mati Sepanjang 2024

Sirana.id by Sirana.id
4 December 2024
in Kalimantan Timur, Nasional, Ranaterkini
0
Bayi Pesut Mahakam yang ditemukan mati di perairan Desa Pela (Foto: BPSPL Pontianak)

Bayi Pesut Mahakam yang ditemukan mati di perairan Desa Pela (Foto: BPSPL Pontianak)

0
SHARES
119
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Samarinda – Sepanjang 2024, lima Pesut Mahakam (Orcaella brevirostris) dilaporkan mati di wilayah Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Spesies mamalia air tawar endemik ini kini menghadapi ancaman serius akibat degradasi habitat dan aktivitas manusia. Dengan populasi kurang dari 67 individu berdasarkan data survei 2023, kondisi Pesut Mahakam semakin kritis.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur bersama BPSPL Pontianak, Universitas Mulawarman, dan Yayasan RASI (Rare Aquatic Species of Indonesia) melakukan analisis nekropsi pada lima kasus kematian pesut. Hasilnya mengungkap berbagai faktor penyebab, mulai dari penyakit, paparan zat kimia, hingga aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan.

Kasus Kematian Pesut di 2024:

1. ‘Four’ – Pesut jantan dewasa ditemukan mati di Muara Kaman, 21 Februari. Nekropsi menunjukkan penyebab kematian adalah penyakit pernapasan dan ginjal akibat usia lanjut. Mikroplastik ditemukan di lambung dan ususnya.

2. ‘Angel’ – Pesut betina ditemukan di Tenggarong, 2 April, dalam kondisi pembusukan lanjut. Diduga mati akibat tersangkut jaring ikan.

3. ‘Rexy’ – Pesut jantan yang ditemukan di Muara Muntai, 28 April, mati akibat akumulasi bahan toksik dalam tubuhnya.

4. ‘Samarinda’ – Pesut jantan dewasa ditemukan mati di Kota Samarinda, 21 Juni. Nekropsi mengungkap gagal jantung dan ginjal sebagai penyebab utama, dipicu paparan zat kimia.

5. ‘Pela’ – Bayi pesut betina ditemukan di Kota Bangun, 12 Juli. Diduga mati karena infantisida oleh pesut lain dan penyakit organ vital seperti ginjal, hati, dan paru-paru.

Syarif Iwan Taruna Alkadrie, Kepala BPSPL Pontianak, menyoroti besarnya tekanan terhadap habitat pesut.

“Pesut Mahakam menghadapi ancaman dari alat tangkap tidak ramah lingkungan, pencemaran mikroplastik, hingga paparan zat kimia berbahaya,” ujarnya, Rabu, 4 Desember 2024.

Habitat utama pesut di Kawasan Konservasi Nasional Perairan Mahakam Wilayah Hulu, dengan luas 42.667 hektar, kini menjadi fokus perlindungan. Namun, langkah konservasi dinilai perlu ditingkatkan melalui pengawasan lebih ketat, penegakan hukum, dan edukasi masyarakat.

Pencemaran mikroplastik dan logam berat menjadi perhatian utama dalam analisis nekropsi. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami dampak genetik dan kesehatan populasi pesut.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, LSM, dan masyarakat lokal dinilai penting untuk melindungi pesut dari kepunahan. “Hasil analisis ini menjadi pengingat bahwa perlindungan spesies ini harus menjadi prioritas bersama,” kata Syarif.

Pesut Mahakam, yang menjadi ikon ekosistem Sungai Mahakam, kini membutuhkan tindakan nyata untuk memastikan keberlanjutan hidupnya. (Sirana.id)

Tags: BPSPL Pontianakkalimantan timurpesut mahakam
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Antonio Gueterres (foto: UN)
Ranaterkini

Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres

4 November 2026
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah
Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

1 October 2026
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)
Advertorial

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

1 October 2026
Next Post
Bupati Edi Damansyah Serahkan Bantuan Alsintan

Bupati Edi Damansyah Serahkan Bantuan Alsintan dari Kementerian Pertanian untuk Meningkatkan Produktivitas Pertanian di Kukar

Sekda Sunggono Meninjau Seleksi PPPK 2024 di Kukar, Tekankan Kedisiplinan dan Kinerja ASN

Sekda Sunggono Meninjau Seleksi PPPK 2024 di Kukar, Tekankan Kedisiplinan dan Kinerja ASN

Mabel saat awal diselamatkan (Sumber: Website COP)

Kisah Mabel, Bayi Orangutan yang Dulu Malnutrisi, Sekarang Makin Lincah

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar DPR RI Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua pupuk kaltim samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata

Berita Terkini

  • Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas Atas Kejahatan Terhadap Jurnalis 2026 – Pesan Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres
  • Kunjungi PKT, Anggota Komisi XII DPR RI Apresiasi Kinerja Perusahaan
  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved