SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ranaterkini Kalimantan Timur

Udang yang Menggiurkan dan Degradasi Mangrove di Kalimantan Timur

Sirana.id by Sirana.id
26 August 2025
in Kalimantan Timur, Potretrana, Ranamendalam, Ranaterkini
0
udang hasil tambak di Kalimantan Timur (foto: nofiyatul chalimah)

udang hasil tambak di Kalimantan Timur (foto: nofiyatul chalimah)

0
SHARES
107
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Udang menjadi komoditas ekspor perikanan andalan Kalimantan Timur. Udang-udang ini, biasanya diproduksi dalam budidaya tambak. Meski nilai ekonominya menggiurkan dan jadi penopang ekonomi sebagian wilayah pesisir Kalimantan Timur. Namun,  pengelolaan serampangan membuat udang bisa jadi penyebab degradasi mangrove di Kalimantan Timur.

Sebelumnya, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kalimantan Timur (Kaltim) menyebutkan udang menjadi komoditas unggulan yang mendominasi pasar ekspor perikanan daerah.

“Orientasi sektor perikanan saat ini diarahkan pada pangsa ekspor, dengan udang windu sebagai penyumbang terbesar karena kualitas dan nilai jualnya berbasis standar dolar Amerika Serikat,” ungkap Kepala DKP Kaltim, Irhan Hukmaidy, di Samarinda, Senin (25/8/2025).

petambak di Muara Badak menunjukkan udang hasil budidaya di tambaknya (foto: Nofiyatul Chalimah)
petambak di Muara Badak menunjukkan udang hasil budidaya di tambaknya (foto: Nofiyatul Chalimah)

Hingga Juli 2025, nilai ekspor udang windu Kaltim tercatat mencapai Rp164,4 miliar dari total sementara ekspor perikanan sebesar Rp256 miliar. Sementara pada tahun sebelumnya, total ekspor produk perikanan Kaltim menembus Rp423 miliar dengan volume 2.785 ton, dimana udang windu berkontribusi sebesar Rp267,1 miliar atau lebih dari 63 persen.

Meski jadi alternatif yang menjanjikan, namun pengelolaan tambak udang termasuk tambak perikanan lain, yang tidak ramah lingkungan, hanya akan menggerus pohon-pohon mangrove. Salah satu contoh masifnya degradasi mangrove di Kalimantan Timur ada di kawasan Delta Mahakam. Pembukaan lahan masif terjadi di wilayah mangrove yang jadi muara Sungai Mahakam ini.

 

 

Hingga 2020, data Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam, menyebut 54 persen atau 61,5 ribu hektare kawasan tersebut adalah tambak. Sedangkan hutan mangrove primer hanya 0,34 persen atau sekitar 388,5 hektare. Untuk hutan bakau (mangrove) sekunder 22,39 hektare atau seluas 25,4 ribu hektare.

Mangrove yang ditanam di tambak silvofishery di Delta Mahakam (dok: Sirana)
Mangrove yang ditanam di tambak silvofishery di Delta Mahakam (dok: Sirana)

Namun, masyarakat sudah bergantung pada ekonomi ini. Salah satu metode yang populer dan saat ini dianggap solusi adalah silvofishery. Jadi, menanam mangrove di antara tambak-tambak. Serta menerapkan tambak ramah lingkungan. Seperti penggunaan pupuk organik maupun pestisida organik.

Achmad Nuryawan dari Yayasan Mangrove Lestarim, adalah salah satu aktor yang mengenalkan metode ini ke masyarakat Delta Mahakam. Namun, diakui tidak mudah. Perlu pendekatan ke pemilik tambak untuk mengubah pola pikir ke tambak ramah lingkungan. Tak sekadar ajak dan membayar kompensasi untuk menanam mangrove di tengah tambak.

Sebab, banyak pola pikir praktis yang dipakai masyarakat. Sementara, akuakultur atau budidaya perairan, butuh proses untuk mengembalikan daya dukung lahan.

“Sekarang petambak di Muara Badak sama Muara Pantuan (Anggana) mulai welcome,” jelasnya.

Terpisah, mangrove yang berkurang karena tambak, telah diamini Wagub Kaltim Seno Aji.

“Pemicu pembukaan lahan mangrove terbesar adalah untuk kegiatan pembukaan tambak. Disisi lain, ditemukan tambak-tambak yang kemudian terabalkan dan telah berubah menjadi semak mangrove. Sehinga diperlukan penguatan pelibatan masyarakat dalam upaya rehabilitasi ekosistem mangrove,” ungkap Seno Aji.

Untuk itu, lanjut Seno Aji, Pemprov Kaltim membentuk Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Provinsi Kaltim, sebagai upaya untuk mengantisipasi kerusakan ekosistem mangrove, dan sebagai wadah koordinasi serta sinergi multi pihak terkait pengelolaan ekosistem mangrove di Kaltim.

Tugas dari KKMD, ujar Seno Aji, yaitu melakukan identifikasi dan inventarisasi kondisi ekosistem mangrove, menyinergikan pelaksanaan dan monev program pengelolaan ekosistem mangrove antar sektor pusat, provínsi dan kab/kota, memfasilitasi penyelesaian permasalahan pengelolaan dan pengembangan potensi mangrove, mendorong terwujudnya data dasar mangrove di Kaltim, mendorong dan memfasilitasi pembentukan KKMD kab/kota, serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan KKMD kepada Gubernur selaku Ketua Umum Pengelolaan Ekosistem Mangrove Provinsi, dan kepada Pokja Mangrove Nasional.

“Pengelolaan mangrove di Kaltim bukan hanya tentang restorasi/ rehabilitasi, namun juga tentang perlindungan dan konservasi terhadap mangrove eksisting, serta meningkatkan ketahanan terhadap bencana iklim. Kita juga perlu meningkatkan peran perempuan melalui pemberdayaan dan penguatan kap

salah satu bunga pohon mangrove di kawasan Delta Mahakam (dok:Sirana)
salah satu bunga pohon mangrove di kawasan Delta Mahakam (dok:Sirana)g

asitas dalam kegiatan ekonomi dan pengambilan keputusan kelompok, perencanaan desa dan lainnya,” pungkas Seno Aji. (sirana.id)

Baca juga: Udang Windu Kaltim, Tulang Punggung Ekspor Perikanan 

 

 

 

 

Tags: kalimantan timurmangrovetambakudang
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
Walhi Kaltim Desak Penyelesaian Konflik Agraria Perkebunan Sawit PT SAA di Mahakam Ulu

Walhi Kaltim Desak Penyelesaian Konflik Agraria Perkebunan Sawit PT SAA di Mahakam Ulu

Dok: Istimewa

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Puskesmas Loa Duri Latih Kader Posyandu Desa Loa Duri Ulu

Keterangan foto: Survei lapangan penegasan batas IKN dan Balikpapan di PBU2 Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Karya Merdeka, Kecamatan Samboja Barat pada Selasa (26/8/2025). (foto: Humas OIKN)

2025 Masih Bahas Batas IKN, Rakor Digelar untuk Tegaskan Batas IKN dan Balikpapan

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

18 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

18 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

7 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved