Samarinda – Jagat sosial media Kalimantan Timur dihebohkan dengan video pada momen pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru Universitas Mulawarman (PKKMB Unmul)2025 ini. Dalam video itu, mahasiswa menyanyikan lagu Buruh Tani saat seorang anggota TNI dari Kodam VI Mulawarman hadir memberikan materi cinta tanah air dan bela bangsa di hadapan ribuan mahasiswa.
Tetapi, kritik tak hanya kehadiran militer di kampus. Tetapi juga kehadiran pejabat yaitu Wagub Kaltim Seno Aji yang jadi keynote speaker dalam agenda itu.
Akademisi Universitas Mulawarman Herdiansyah Hamzah menegaskan, agar Unmul bisa memelihara tradisi akademik, pelaksanaan PKKMB Unmul ini harus dikritik.
“Katanya wagub keynote speaker di PKKMB ya? Padahal bukannya ini kegiatan pengenalan kehidupan kampus ya? Bukan pengenalan pejabat kan? Sayang sekali saat pertama kali mahasiswa baru menginjakkan kaki di kampus, tapi mereka sudah diajarkan “bermesraan” dengan kekuasaan,” kata lelaki yang akrab disapa Castro itu.
Di sisi lain, dia juga menyoroti kehadiran TNI yang diwakili Kodam Mulawarman, menurut dia, itu jelas ini bentuk indoktrinasi. Kalau urusan cinta tanah air, saya lebih percaya rektor atau dosen pengajar kewarganegaraan dan pancasila. Kalau urusan kedisiplinan, kita bisa belajar dari orang sipil seperti Hatta, tidak harus dengan militer.
Sementara itu, melansir dari laman resmi Universitas Mulawarman, tahun ini kampus tersebut secara resmi menyambut 6.426 mahasiswa baru dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2025 yang digelar di GOR 27 September UNMUL, (5/8/2025).
Dalam sambutannya, Rektor Unmul Abdunnur, menegaskan pentingnya komitmen belajar dan semangat berprestasi sebagai pondasi keberhasilan mahasiswa dalam menempuh pendidikan tinggi. Lelaki bergelar professor itu, menyebut bahwa mahasiswa baru tahun ini merupakan hasil seleksi ketat lebih dari 45 ribu pendaftar, menjadikan mereka bagian dari kekuatan strategis UNMUL ke depan.
“Inilah kekuatan UNMUL untuk menjadi salah satu universitas terbaik di Indonesia dan dunia. Saat ini kita berada di peringkat 29 nasional. Prestasi mahasiswa, ketepatan studi, dan inovasi akademik adalah kunci untuk terus meningkat,” ujar Prof. Abdunnur.
Rektor juga mengajak mahasiswa untuk aktif berorganisasi, membangun komunikasi yang sehat, serta mengembangkan karakter dan kepemimpinan sebagai bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi.
“UNMUL bukan hanya tempat belajar, tapi ruang tumbuh untuk menjadi insan yang unggul, mandiri, dan berdampak bagi masyarakat,” tambah Prof. Abdunnur.
Rektor menutup sambutannya dengan pesan agar mahasiswa baru dapat lulus tepat waktu dan menjadi bagian dari kemajuan bangsa.
“Kalian harus berkomitmen untuk menekuni ilmu agar dapat membangun karir dan menjadi sarjana yang membanggakan. Mari kita jadikan UNMUL sebagai rumah intelektual yang relevan dan unggul,” pungkas Prof. Abdunnur.
Kegiatan PKKMB ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Wagub Kaltim), Seno A, yang menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terhadap pendidikan tinggi melalui program Gratispol.
“Tahun ini kita sudah menggelontorkan 750 miliar rupiah untuk pembayaran UKT mahasiswa baru. Tahun depan kita siapkan 2,7 triliun rupiah untuk mencakup seluruh mahasiswa. Jadi, kalian cukup beruntung karena ke depan kami ingin kalian benar-benar tidak perlu memikirkan biaya kuliah,” katanya.
Selain pembiayaan pendidikan, Pemprov Kaltim juga tengah memperkuat infrastruktur kampus, termasuk membangun Smart Digital Education Center senilai 127 miliar rupiah di UNMUL, serta merencanakan pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Kedokteran di Sempaja.
“Hari ini kalian masih pakai kipas, tahun depan kami siapkan AC untuk kenyamanan di dalam GOR 27 September UNMUL. Kami juga ingin kalian jadi penerus dosen, legislatif, dan eksekutif di masa depan,” kata Wakil Gubernur Kaltim itu. (sirana.id)















