TENGGARONG – Festival budaya tahunan “Eroh Bebaya” akan kembali digelar pada Sabtu, 28 Juni 2025, di kawasan Monumen Serangan Umum 1 Maret dan Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta. Mengusung tema “Festival Benua Etam Nusantara”, kegiatan ini menjadi ajang promosi budaya Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara (Kukar), ke panggung nasional. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum secara gratis.
Plt. Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Kutai Kartanegara, Awang Ivan, menyampaikan persiapan teknis menjelang pelaksanaan festival telah memasuki tahap akhir. Agenda ini dirancang tidak hanya sebagai ruang ekspresi seni, tetapi juga memperkuat sinergi antarinstansi serta memperluas jangkauan promosi pariwisata Kukar ke luar daerah.
“Untuk Eroh Bebaya, insyaallah akan kita laksanakan pada tanggal 28 Juni, hari Sabtu, di Yogyakarta. Ini merupakan lanjutan dari kegiatan promosi budaya yang rutin kita lakukan, dan tahun ini kembali digelar di titik nol kilometer, yaitu di Museum Benteng Vredeburg. Lokasi ini juga pernah kita gunakan pada tahun 2023 lalu,” terangnya.
Festival Eroh Bebaya akan dimulai sejak pagi hari dengan berbagai kegiatan menarik yang membaurkan unsur budaya, edukasi, dan hiburan. Pukul 07.00 WIB, acara akan diawali dengan senam zumba massal, diikuti oleh kegiatan beseprah, yaitu sebuah tradisi makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan kesetaraan dalam masyarakat Kutai.
Selepas kegiatan pagi, pengunjung akan disuguhi beragam permainan tradisional, seperti begasing (gasing tradisional), bekiak (balap terompah panjang), dan enggrang (berjalan dengan bambu pijakan). Di area lain, tersedia pameran seni budaya yang menampilkan produk-produk kreatif dan identitas khas Kalimantan Timur.
Sore harinya, akan digelar lomba olahraga tradisional (oltrad) yang melibatkan peserta dari berbagai komunitas. Acara akan ditutup pada malam hari dengan seremonial utama, diisi oleh berbagai penampilan seni budaya dari para talenta Kukar.
Dirinya juga menyampaikan jika pelaksanaan festival ini merupakan hasil kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kukar, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) serta Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM).
“Dispora Kukar akan terlibat dalam penyelenggaraan lomba olahraga tradisional, sementara DiskopUKM mendukung kegiatan beseprah. Kalau tahun lalu kita adakan di Sleman, tahun ini kembali ke pusat kota Yogyakarta, tepatnya di halaman dan area dalam Museum Benteng Vredeburg. Awalnya direncanakan di Teras Malioboro, tapi karena ada renovasi, lokasi akhirnya dikembalikan ke museum seperti pada tahun 2023,” jelasnya.
Festival Eroh Bebaya 2025 akan dimeriahkan oleh berbagai kelompok seni yang mewakili keragaman budaya Kukar, di antaranya Bebaya Studio, Lembaga Seni Budaya Kumala, Sri Bangun Art, NOS Indonesia, 1PM Kukar, serta penampilan musik tradisional Tingkilan.
Kehadiran para pengisi acara tersebut diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Kukar kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda di Yogyakarta dan sekitarnya. (Adv/Dinas Pariwisata Kukar)















