SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Pariwisata, Maratua, dan Keresahan di Belakangnya

Sirana.id by Sirana.id
9 June 2025
in Ceritarana, Kalimantan Timur, Potretrana, Ranamendalam
0
pantai di Pulau Maratua (Sirana.id)

pantai di Pulau Maratua (Sirana.id)

0
SHARES
73
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pariwisata yang berkembang sejak satu dekade lalu, telah mengubah banyak hal di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Dahulu sumber uang hanya dari tangkapan ikan dari laut yang diolah menjadi ikan asin, kini sumber ekonomi bergerak juga dari sektor pariwisata.

Nofiyatul Chalimah – Pulau Maratua

Maratua, kini jadi surga wisata Bahari. Belasan ribu wisatawan datang ke pulau ini tiap tahun. Misalnya pada 2023 ada 15.883 turis datang. 1.251 di antaranya adalah turis asing (Maratua dalam Angka, 2024). Mereka datang ke 34 titik destinasi di Pulau Maratua.

Maka dari itu, kini warganya yang awalnya hanya punya profesi nelayan, kini berkembang menjadi pelaku industri pariwisata. Ada yang menjadi pemandu wisata, menyewakan speedboat, mengubah rumah menjadi homestay, hingga pemasok kebutuhan para wisatawan.

Dibandingkan Pulau Derawan yang juga di Berau, Maratua punya ceruk pasar sendiri. Wisata Pulau Maratua, menawarkan wisata premium dengan resort mahalnya. Walaupun, ada juga homestay-homestay milik warga yang lebih terjangkau. Pengunjung pun banyak datang dari luar negeri khusus untuk menyelam dan terus meningkat. Misal pada 2022 hanya ada 171 turis mancanegara ke pulau ini, maka 2023 ada 1.251 orang yang datang.

Masyarakat Maratua harus dipersiapkan. Mengajar anak-anak Maratua berbahasa Inggris, menjadi salah satu cara Enter, seorang relawan dari Balikpapan, untuk membantu anak-anak Maratua.

Enter, seorang guru Bahasa Inggris, datang dari Balikpapan, Kalimantan Timur, tiga tahun lalu ke Maratua.Tujuannya mengajar di Yayasan Kalasahan Maratua. Sebuah sekolah gratis di tepi pantai dekat dermaga umum di Kampung Teluk Harapan, Maratua. Kini, sekitar 50an anak-anak belajar di sekolah ini. Tiap sore dan malam, pada Senin, Rabu, dan Jumat. Selain mengajar di Kalasahan, Enter juga mengajar Bahasa Inggris gratis di SMP 1 Maratua tiap Senin, Rabu, Jumat, dan Sabtu. Dibanding ketika baru datang tiga tahun lalu, dia merasakan perbedaan pada anak-anak Maratua.

“Dibanding ketika saya baru datang, jumlah vocab (kata) mereka bertambah banyak. Jauh meningkat kemampuan bahasa Inggris mereka,” kata Enter.

Bernyanyi dan belajar bahasa inggris di Kalasahan
Bernyanyi dan belajar bahasa inggris di Kalasahan

Lelaki berkacamata ini juga melihat, anak-anak Maratua lebih percaya diri dan berani menggunakan Bahasa Inggris. Mereka tak sungkan menyapa turis luar negeri dan berkomunikasi. Meskipun, masih dengan kalimat-kalimat Bahasa Inggris yang terbatas.

“Soalnya, kadang kalau ada turis asing ke Maratua, ada juga yang mengajar ke kelas Kalasahan,” sambungnya.

Yayasan Kalasahan Maratua ini, didirikan Marwa Serlyanti Al Idrus. Perempuan asal Balikpapan yang mendirikan sekolah gratis Bahasa Inggris di Maratua sejak 2021. Namun mengoperasikan sekolah gratis juga punya tantangan. Enter mengakui, salah satu yang perlu perhatian adalah tempat mengajar dan fasilitas. Selain itu, karena kebanyakan anak adalah pembelajar melalui visual, mereka masih membutuhkan banyak flash card atau kartu pembelajaran bergambar.

Metode pengajaran Bahasa Inggris memang dibuat Enter seasyik mungkin. Sehingga, ketika mereka datang ke Kalasahan, yang mereka bayangkan adalah keseruan bermain. Bukan sekadar belajar yang membosankan. Kalasahan akan dimulai dengan nyanyian anak-anak yang diiringi petikan gitar Enter. Kadang lagu bahasa inggris, kadang lagu bahasa suku Bajau, suku mayoritas warga Maratua.

Dengan belajar Bahasa Inggris, Enter berharap, anak-anak pulau ini tidak akan tertinggal. Apalagi, dari data BPS Berau, dari 3.927 total warga Maratua, 1.232  orang adalah anak-anak di bawah 14 tahun. Sepuluh tahun mendatang, mereka yang akan hidup dan mengambil keputusan untuk Maratua. Mereka mestinya bisa menikmati Maratua dan berkontribusi. Tidak sekadar jadi penonton dari investor-investor luar yang datang ke pulau ini.

Risau Usai Bom Ikan Tak Lagi Terdengar

Dari empat kampung di Pulau Maratua, yaitu Teluk Alulu, Teluk Harapan, Payung Payung, dan Bohe Silian, kampung yang paling banyak memiliki resort adalah Payung Payung. Pariwisata pun telah mengubah kampung yang menjadi lokasi Bandara Maratua itu.

Payung Payung bergegas berbenah. Sektor wisata, mereka kejar. Resort-resort telah berdiri di kampung ini dan akan bertambah banyak lagi. Kampung ini juga jadi gerbang udara bagi pengunjung yang datang via pesawat. Selain itu, juga gerbang pengunjung dari Tarakan, Kalimantan Utara. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Batu Payung yang merupakan Pokdarwis dari Kampung Payung Payung pun pernah menyabet juara 1 Lomba Pokdarwis 2023 se-Kalimantan Timur.

Pantai di Kampung payung payung Pulau Maratua (Foto: Nofiyatul Chalimah)
Pantai di Kampung payung payung Pulau Maratua (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Namun, kata Kepala Kampung Payung Payung, Rico, dahulu sekitar 20 tahun lalu, Payung Payung adalah kampung dengan pelaku bom ikan paling banyak di Pulau Maratua. Tiap hari bunyi bom terdengar di pantai depan halaman kampung. Ikan-ikan yang terkena bom ikan pun, siap diangkut ke pulau dan dijadikan ikan asin.

“Tetapi, sejak adanya pariwisata nelayan mulai berkurang mengebom ikan,” kata dia.

Selain mereka menyadari keindahan terumbu karang yang jadi daya tarik, mereka juga khawatir melukai para penyelam. Pokdarwis juga bergerak, mempromosikan keindahan pulau, dan membuat banyak yang mulai melirik sektor wisata sebagai sumber nafkah. Meskipun, nelayan masih jadi profesi utama.

“Kalau nelayan kan juga penting buat memasok ikan-ikan segar. Ikan-ikan kita banyak dicari,” sambungnya.

Karena berbagai kerusakan akibat bom ikan di masa silam, nelayan yang terhimpun dan dibantu lembaga dari luar juga kerap melakukan transplantasi terumbu karang. Harapannya, ini akan jadi investasi di masa depan.

Walau terdengar menyenangkan dan jadi solusi, bayang-bayang kekhawatiran juga ada. Misal kekhawatiran soal pariwisata nantinya berkembang pesat tanpa mitigasi yang cukup di sektor air. Juga, persiapan sumber daya manusia dan fasilitas-fasilitas di pulau ini. Rico memaparkan sebelumnya, sumber air bersih di kampung ini, hanya dari air hujan dan sumur-sumur. Namun, saat kemarau sumur-sumur di kampung, terasa payau. Solusinya, mereka kerap beli air dari Kampung Teluk Harapan yang sumurnya tak payau. Harganya tak murah. Satu tandon, sekitar Rp120 ribu.

Melihat pariwisata bergeliat, pemerintah terus mempromosikan wisata ke investor asing. Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada 7 April 2025 memaparkan, investor asal Inggris tertarik menanamkan modalnya di Pulau Maratua.

“Ini peluang besar untuk jadi destinasi internasional,” kata dia di hadapan para awak media.

Karena itu, menurutnya perlu promosi yang progresif dan konstruktif. Sekretaris Provinsi Kaltim Sri Wahyuni pun menjelaskan, ketertarikan inggris ini bermula saat Dubes Inggris datang ke Kaltim.

“Saat Dubes Inggris datang tahun lalu, mereka tertarik setelah kami paparkan kebutuhan pengembangan pariwisata di Maratua. Akhirnya mereka menyalurkan bantuan lewat YKAN (yayasan konservasi alam nasional),” jelasnya.

Sistem pengelolaan berbasis Badan Layanan Umum Daerah ini akan meniru pola konservasi di Papua. Bakal ada satu operator utama untuk memastikan pengelolaan lebih terarah. Sehingga, dapat menjaga kenyamanan wisatawan, serta melindungi ekosistem alam.

Tetapi sayangnya, harus ekstra diawasi. Jangan karena ingin investasi masuk, Maratua terabaikan. Supaya, peristiwa pada 19 September 2024 tak terulang lagi. Saat itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan penyegelan dua resort di Pulau Maratua karena ada indikasi perusahaan memanfaatkan pulau-pulau kecil tanpa memiliki dokumen perizinan.

Dalam pers releasenya, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Pung Nugroho Saksono, menjelaskan, dua resort itu diduga tidak memiliki tiga dokumen perizinan, yaitu persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL), izin kegiatan wisata tirta lainnya tanpa perizinan berusaha, dan perizinan Pemanfaatan Pulau-pulau Kecil.

Bahkan salah satu resort di Pulau Bakungan menyambungkan satu pulau dengan pulau lainya menggunakan jembatan yang dikelola oleh PMA asal Jerman dan dikelola oleh WNA asal Swiss. Sedangkan PT MID yang ada di Pulau Maratua dikelola oleh PMA asal Malaysia.

“Setelah kita lakukan pengecekan kondisi saat pengawasan kegiatan pemanfaatan ruang laut kedua resort tersebut, terindikasi adanya dugaan pelanggaran pemanfaatan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil yang diduga tidak memiliki izin. Kami imbau pengelola untuk segera menyelesaikan administrasi. Apabila belum terselesaikan maka tetap akan kami segel,” ujar dia.

Resor-resor mahal ini, harus memerhatikan tata guna lahan. Apalagi, salah satu isu Maratua adalah air. Kepada Mediaetam.com, Akademisi Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Shaloho Dina Devy pernah menjelaskan, keberadaan air tanah itu bergantung pada akuifer. Juga bergantung cuaca.

Akuifer itu seperti kantong yang menyimpan air di dalam tanah. Jika akuifer tipis, air yang ditampung terbatas. Inilah alasan mengapa, air tanah di satu titik bisa lebih berlimpah sedang sisi lain tidak. Namun, keberadaan air tanah ini juga bergantung pada air hujan. Jika tak ada hujan, maka makin lama makin kering.

Dia menjelaskan, kenaikan suhu akan berdampak pada air tanah. Siklus hidrologi ada air hujan, infiltrasi, dan penguapan. Infiltrasi air tanah dari air hujan itu bisa berkurang, ketika curah hujan rendah.

“Lalu evaporasi dan run off. Untuk menghitung evaporasi dan run off ini ada komponen suhu. Makin tinggi suhu, penguapan makin tinggi. Kalau penguapan makin tinggi, timbunan akan berkurang. Jadi siklusnya sangat terkait,” paparnya.

Dia menjabarkan, jika suhu makin naik, penguapan makin tinggi. Sementara, perhitungannya, curah hujan dikurangi penguapan, jadinya infiltrasi air tanah berkurang. Maka, jika suhu naik, maka makin susah dapat air.

Shaloho juga menegaskan mitigasi hidrologi yang berkaitan erat untuk kasus air tanah kuncinya adalah tata guna lahan. Makin banyak vegetasi, ada daya serap dari akar, akan membantu infiltrasi air tanah. Kalau banyak vegetasi, koefisien rendah, 80 persen air akan tersimpan jadi air tanah. (sirana.id)

Tulisan ini telah terbit di Mediaetam.com dengan judul: Pariwisata yang Menghentikan Ledakan di Maratua dan Risau Setelahnya

Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA
Ceritarana

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

21 April 2026
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM
Ceritarana

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

21 April 2026
Dok: Istimewa
Nasional

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

15 April 2026
Next Post
(Pelaksanaan Sholat Ied Hari Raya Idul Adha 1446 H/istimewa)

Bupati Kukar Ajak Masyarakat Tingkatkan Solidaritas di Idul Adha, Pamit Purna Tugas

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda

Dispar Kukar Siapkan Program Sertifikasi HAKI untuk Pelaku Ekraf, Dimulai dari Kota Bangun

Festival kampong Seraong

Festival Kampong Seraong: Perayaan Budaya dan Identitas Lokal Desa Jembayan Tengah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim/RA

Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi

10 hours ago
Pertemuan Pejabat Senior Sesi ke-38 Konferensi Regional FAO untuk Asia dan Pasifik (APRC38) dibuka hari ini (20/4) di Brunei Darussalam. (c)FAO/AJEEM

Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat

10 hours ago
Dok: Istimewa

Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

6 days ago
Ilustrasi Tikus/Freepiik

BRIN Ingatkan Potensi Kembalinya Wabah Pes di Indonesia

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

AJI aji indonesia amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kebebasan pers kekerasan kekerasan anak kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat perempuan pers pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Pemasangan Kawat Berduri di Kantor Gubernur Kaltim Berlebihan dan Ancam Nilai Demokrasi
  • Pejabat Senior Pertanian Asia-Pasifik Berkumpul di Tengah Tekanan Ketahanan Pangan yang Meningkat
  • Menanti Surat Presiden untuk RUU PPRT

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved