SAMARINDA – Sepertinya, sedia payung atau jas hujan sebelum merayakan pergantian malam tahun baru 2025. Sebab, cuaca malam tahun baru Samarinda diperkirakan bakal hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Samarinda, mempublikasi prakiraan cuaca hari ini. Umumnya, di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur bakal diguyur hujan. Mulai dari hujan ringan, deras, hingga petir menyambar.
Cuaca malam tahun baru Samarinda, bakal ada hujan ringan. Hujan pun akan mengguyur sejak pukul 17.00 hingga pukul 02.00 pada 1 Januari 2025. Namun, pada pukul 20.00, hujan diperkirakan bakal deras. Pun begitu dengan Balikpapan, yang juga diguyur hujan dan juga bakal ada petir. Pun begitu dengan Bontang dan Paser. Intensitas hujan lebih deras juga bakal terjadi di wilayah Kalimantan Timur lainnya seperti Berau, Kutai Barat, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Mahakam Ulu, dan Penajam Paser Utara.
Intensitas hujan yang tinggi juga diharapkan meningkatkan kewaspadaan masyarakat. Khususnya, di wilayah yang rawan banjir.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada malam pergantian tahun 2024 ke 2025 diperkirakan relatif kondusif tanpa indikasi kejadian cuaca ekstrem yang signifikan.
Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyebut bahwa tren potensi cuaca ekstrem menunjukkan penurunan dibandingkan minggu-minggu sebelumnya di bulan Desember 2024. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain adanya pola tekanan rendah di Laut Cina Selatan yang menghalangi aliran awan hujan dari Monsun Asia, seruakan dingin (cold surge), dan Cross Equatorial Northerly Surge (CENS) masuk ke wilayah Indonesia bagian barat.
Selain itu, kata dia, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang tidak aktif di wilayah Indonesia dan mulai mendinginnya anomali suhu muka laut di perairan sekitar Indonesia turut mengurangi pembentukan awan lokal yang memicu hujan lebat. Kondisi ini, menurut Dwikorita, memberi peluang bagi masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun dengan tenang. Namun demikian, dirinya mengingatkan pentingnya untuk tetap bersikap waspada terhadap potensi perubahan dinamika atmosfer.
“Meskipun kondisi malam pergantian tahun ini relatif aman dari cuaca ekstrem, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi terkini dari BMKG. Perubahan atmosfer bisa saja terjadi, terutama di wilayah yang memiliki sejarah rawan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya dalam Konferensi Pers yang digelar di Jakarta.
Dwikorita mengungkapkan bahwa BMKG terus memantau dinamika atmosfer secara real-time untuk memberikan peringatan dini jika terjadi perubahan signifikan. BMKG juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Sementara itu, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, hujan ringan hingga sedang kemungkinan terjadi di Banda Aceh, Pekanbaru, Palembang, Bengkulu, Bandar Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju, Sofifi, Nabire, Wamena, Jayapura, dan Manokwari. (Sirana.id)















