SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

Sirana.id by Sirana.id
1 October 2026
in Ceritarana, Nasional
0
Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah

Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dua puluh satu tahun setelah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Helsinki, kisah perempuan dalam memperjuangkan dan merawat perdamaian Aceh kembali diangkat melalui film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave. Film dokumenter Inong Peudame dibuat oleh UN Women Indonesia bersama dengan AMAN Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) dengan tujuan menyorot pengalaman dan kontribusi perempuan dalam proses perdamaian di Aceh.
Film berdurasi 26 menit ini menampilkan 12 tokoh, termasuk aktivis perempuan, penyintas, tokoh masyarakat, dan kelompok perempuan akar rumput di Aceh, yang menceritakan pengalaman dan refleksi mereka terhadap proses perdamaian di Aceh. Kisah mereka memperlihatkan jejak keberanian dan kekuatan kolektif perempuan, serta peran penting mereka dalam memperkuat ketangguhan masyarakat di masa konflik dan pasca konflik.

“Film dokumenter memperlihatkan bagaimana proses mencapai perdamaian di Aceh banyak dipimpin oleh perempuan. Tokoh perempuan terus menyuarakan perdamaian, membuka dialog di berbagai ruang dan menuntut ruang aman agar perempuan bisa beraktivitas dengan damai dan tanpa takut. Perdamaian ini yang harus terus diwariskan ke generasi mendatang dan dirawat oleh semua pihak,” ucap Umi Hanisah, pendiri dan pemimpin Pesantren Diniyah Dayah Darussalam, yang juga merupakan salah satu kontributor film dokumenter Inong Peudame.

“Hari ini, kita tidak hanya meluncurkan sebuah film dokumenter. Kita juga menghormati para perempuan yang kisahnya hidup di dalamnya, serta banyak perempuan lain yang mungkin tidak pernah muncul di layar, tetapi kontribusinya telah membentuk perjalanan perdamaian yang kita nikmati bersama hari ini. Kami berharap film ini juga bermanfaat untuk membuka lebih banyak diskusi pembelajaran dan membuka banyak kesempatan baru untuk kerja-kerja pemberdayaan dan kesetaraan bagi semua,” ucap Yulies Puspitaningtyas, Programme Manager for Governance, Peace and Resilience.

“Pemutaran Inong Peudame penting untuk menghadirkan kembali suara dan pengalaman perempuan Aceh yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan perdamaian, tetapi belum selalu hadir dalam narasi sejarah arus utama. Kami berharap jejak genuin mereka menjadi pembelajaran bagi Aceh dan Indonesia bahwa perempuan bukan hanya korban, tetapi juga aktor perdamaian dan keamanan yang sejak dari komunitas ikut merawat perdamaian dan mendorong perubahan,” ungkap Ghufron, Manajer IDEA AMAN Indonesia.

Peluncuran film Inong Peudame dilaksanakan hari ini di Aceh Besar dan diikuti dengan dialog kebijakan “Kepemimpinan Perempuan untuk Perdamaian, Aksi Kemanusiaan, dan Aceh yang Tangguh”. Dialog kebijakan yang dimoderatori oleh Dr. Rasyidah, S.Ag., M.Ag, Ketua Presidium Balai Syura membahas pembelajaran dari pengalaman perempuan Aceh dan keterkaitannya dengan implementasi serta pelokalan Rencana Aksi Nasional Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAN P3AKS) 2026–2029 yang saat ini dalam proses finalisasi, agenda Perempuan, Perdamaian dan Keamanan (Women, Peace and Security/WPS), dan penguatan ketangguhan masyarakat melalui program unggulan nasional KITA TANGGUH yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).

“Dalam kerangka program unggulan KITA TANGGUH, Kemenko PMK terus mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor dan ketangguhan masyarakat yang inklusif. Pembelajaran dari perempuan Aceh dapat memberikan kontribusi penting bagi upaya tersebut, khususnya dalam memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat, sistem perlindungan, penggunaan data terpilah berdasarkan jenis kelamin, usia, dan disabilitas, serta mekanisme yang memastikan suara masyarakat ikut menentukan arah pemulihan.” ungkap Dr. Lilik Kurniawan ST., MsI, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial.

Dialog kebijakan juga menyoroti keterkaitan antara agenda WPS dengan pengurangan risiko bencana, termasuk melihatnya dalam konteks pemulihan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh dan sejumlah wilayah di Sumatra pada akhir November 2025. Dialog kebijakan dan pemutaran film diikuti oleh lintas pemangku kepentingan – pemerintah pusat dan daerah, organisasi masyarakat sipil, kelompok orang muda, pakar, dan mitra pembangunan.

Kelompok perempuan, jejaring masyarakat sipil, dan kontributor film diundang untuk menyelenggarakan pemutaran film di lingkup komunitas masing-masing selama 1 sampai 19 Oktober 2026. Pemutaran ini menjadi ruang untuk memperluas jangkauan film, memantik percakapan, membangun jejaring, merawat ingatan kolektif tentang peran perempuan sebagai dan keamanan di Aceh, serta meneruskan pembelajaran tersebut untuk generasi yang akan datang. Kelompok yang berpartisipasi dalam pemutaran juga diundang untuk membagikan ulasan dan refleksi mereka melalui di media sosial organisasi masing-masing.

Film dokumenter Inong Peudame dapat ditonton melalui link berikut: https://bit.ly/inongpeudame

Kegiatan ini didukung oleh Pemerintah Australia melalui Kerangka Regional UN Women Menuju Masyarakat yang Damai dan Inklusif: Memajukan Agenda Perempuan, Perdamaian dan Keamanan serta Tata Kelola Pemerintahan yang Inklusif di Kawasan Asia-Pasifik (2023-2027). (*)

Tags: acehperempuanUN women
Sirana.id

Sirana.id

Ada beberapa alasan nama Sirana disematkan untuk portal ini. Dari selatan provinsi Kalimantan Timur yaitu Kabupaten Paser, Sirana adalah satu dari jenis anggrek yang terkenal keindahannya di Cagar Alam Teluk Adang. Lalu, Rana adalah nama yang dari berbagai bahasa, memiliki makna indah, anggun, riang, dan pemberani. Dari nama ini, Sirana bersemangat menjadi media yang memberi warna berbeda untuk Kalimantan Timur. Mungkin tidak jadi yang tercepat atau terbesar, tapi bisa menjadi oase baru di dunia jurnalistik Kalimantan Timur. Sirana akan berusaha terus berdaya dan bersuara menyajikan liputan yang nyaman dibaca untuk semua Temanrana

Related Posts

Aksi Masyarakat adat di sekitar IKN saat hari laut pada Juni 2024 (Sirana.id)
Nasional

RUU Reforma Agraria Masuk Prolegnas Prioritas 2026

25 August 2026
Ngayang Ding (Perempuan Adat Kampung Lung Isun)
Ceritarana

Melindungi Hutan Adat Bahau Umaq Suling, Melindungi Hidup Masyarakatnya

11 August 2026
Saat masyarakat adat berkomunikasi untuk percepatan penetapan hutan adat (foto: istimewa)
Kalimantan Timur

Masyarakat Long Isun dan Long Pahangai I Tuntut Penetapan Hutan Adat Bahau Umaq Suling

11 August 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Peserta menyaksikan film dokumenter Inong Peudame: Together, We Were Brave di Aceh Besar, 30 September 2026. Foto: UN Women/Riska Munawarah

Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan

13 hours ago
Petani memanen jagung (foto: Pupuk Kaltim)

Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026

13 hours ago
Pelatihan pengasuhan anak oleh Pupuk Kaltim (foto: Pupuk Kaltim)

Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh Tempat Penitipan Anak di Kota Bontang

2 weeks ago
persiapan penanganan karhutla di IKN (foto: Humas Otorita IKN)

Tangani Karhutla di IKN, Water Bombing Sasar Lima Titik Prioritas

4 weeks ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Bekantan di kawasan mangrove Delta Mahakam, sedang melompat (foto: Nofiyatul Chalimah)

Bekantan, Si Monyet Belanda yang Hanya Ada di Borneo

30 January 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024

Topik

advertorial aji indonesia amnesty international anak balikpapan banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA ketahanan pangan komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang maratua masyarakat adat orangutan perempuan pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Meneruskan Warisan Perjuangan Perempuan Aceh: Film Inong Peudame Dorong Dialog tentang Perempuan, Perdamaian, dan Ketangguhan
  • Dorong Kemandirian Desa, Pupuk Kaltim Raih Predikat Gold pada CSR dan PDB Awards 2026
  • Dukung Program TAMASYA, Pupuk Kaltim Perkuat Kompetensi Pengasuh Tempat Penitipan Anak di Kota Bontang

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved