AREA Persawahan kini menjadi magnet wisata masyarakat. Pemandangan alam yang indah dan udara segar, membuat di berbagai wilayah, area persawahan tak lagi sekadar penghasil beras. Tetapi juga wisata untuk melepas penat masyarakat. Salah satu yang turut dikembangkan adalah Kampoeng Wisata Sawah di Desa Manunggal Jaya, Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara atau yang sering disebut wilayah L2.
Desa ini pada dasarnya adalah lumbung padi di wilayah Kutai Kartanegara. Hektaran sawah sejak dahulu diberdayakan masyarakat sejak era transmigrasi hingga saat ini. Pemandangan indah pada hamparan sawah ini, dahulu hanya dinikmati warga sekitar sembari mencari nafkah. Namun, belakangan pengembangan wisata pun dilakukan.
Para pemuda desa Manunggal Jaya dan tokoh masyarakat desa pun membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampoeng Wisata Sawah Zwageri Borneo.
“Wisata ini berada di areal persawahan produktif di Desa Manunggal Jaya yang berbatasan dengan empat desa di sekitarnya,” terang Pokdarwis Kampoeng Wisata Sawah Zwageri Borneo.
Dibuatnya wisata sawah tersebut dilakukan tak sekadar untuk memancing wisatawan datang ke desa ini. Tetapi juga upaya lain untuk mempertahankan luasan hamparan sawah dan lahan pertanian yang masih ada agar terjaga peruntukannya untuk dunia pertanian. Hal ini pun telah disosialisasikan ke warga, kelompok tani, pemerintah desa dan pemerhati wisata, sehingga mendapat dukungan penuh dari warga.
Dengan begitu, warga juga mendapatkan banyak manfaat. Selain menjaga keberlangsungan sektor pertanian yang telah jadi tulang punggung ekonomi masyarakat, mereka juga menjaga kelestarian alam, serta mendapat tambahan nilai ekonomi. (Adv/DPMD Kukar)















