SIRANA.ID
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
  • Home
  • Ceritarana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
    • Kalimantan Timur
    • Nasional
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Diskominfo Kukar
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Tentang Sirana
No Result
View All Result
SIRANA.ID
No Result
View All Result
Home Ceritarana

Krisis Air Dunia, Perempuan Jadi Pihak Paling Terbebani

AdminSirana2 by AdminSirana2
25 March 2026
in Ceritarana, Nasional, Ranaterkini
0
Drawing water thru hose/Ist

Drawing water thru hose/Ist

0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Ketimpangan gender masih menjadi salah satu faktor utama yang memperparah krisis air di berbagai belahan dunia. Hal ini terungkap dalam Laporan Perkembangan Sumber Daya Air Dunia yang dirilis Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui UNESCO.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa meskipun perempuan memiliki peran besar dalam pemenuhan kebutuhan air, mereka justru masih minim dilibatkan dalam pengelolaan maupun pengambilan keputusan terkait sumber daya air. Bahkan, di lebih dari 70 persen rumah tangga pedesaan tanpa akses air bersih, perempuan menjadi pihak yang paling sering bertugas mengambil air.

Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El-Enany, menegaskan pentingnya keterlibatan perempuan dalam tata kelola air. Ia menyebut partisipasi perempuan menjadi kunci dalam mendorong pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, akses air bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Hal senada disampaikan Presiden International Fund for Agricultural Development (IFAD) sekaligus Ketua UN-Water, Alvaro Lario. Ia menilai sudah saatnya peran perempuan diakui secara setara, baik sebagai pengguna, pengelola, maupun pemimpin dalam sektor air.

Dalam laporan bertajuk Water for All People: Equal Rights and Opportunities, PBB mencatat masih ada sekitar 2,1 miliar orang yang belum mendapatkan akses air minum yang aman. Dalam kondisi ini, perempuan dan anak perempuan menjadi kelompok yang paling terdampak.

Selain harus menghabiskan waktu untuk mengambil air, perempuan juga menghadapi berbagai risiko, mulai dari kelelahan fisik, terbatasnya akses pendidikan dan pekerjaan, hingga meningkatnya potensi kekerasan berbasis gender, terutama di wilayah dengan layanan air yang tidak memadai.

Secara global, perempuan dan anak perempuan diperkirakan menghabiskan hingga 250 juta jam setiap hari untuk mengambil air. Kondisi ini turut mempersempit kesempatan mereka untuk berkembang di bidang lain.

Laporan tersebut juga menyoroti bahwa perempuan masih kurang terwakili dalam sektor pengelolaan air. Di banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah, jumlah pekerja perempuan di sektor ini masih sangat terbatas, bahkan sering kali kurang dari 20 persen.

Di tengah krisis iklim dan kelangkaan air, ketimpangan ini dinilai semakin memburuk. Perubahan iklim bahkan berdampak lebih besar pada perempuan, baik dari sisi ekonomi maupun beban kerja.

Melalui laporan ini, PBB mendorong adanya langkah konkret untuk mengatasi kesenjangan gender, mulai dari perbaikan kebijakan, peningkatan pembiayaan yang responsif gender, hingga penguatan peran perempuan dalam kepemiminan sektor air. (RA/Sirana.id) 

Baca juga: Tak Cuma Soal Lingkungan, Aksi Iklim Kini Dorong Keadilan untuk Perempuan

Tags: beban ganda perempuankrisis air
AdminSirana2

AdminSirana2

Related Posts

Ilustrasi anggaran pendidikan/Freepik
Ceritarana

CALS Ajukan Diri ke MK, Tolak Penggunaan Anggaran Pendidikan untuk Program MBG

19 March 2026
Masyarakat Adat Toraya menggelar ritual adat Ma’ Karerang/Aliansi Masyarakat Adat Nusantara
Ceritarana

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat, Segera Sahkan UU Masyarakat Adat!

19 March 2026
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)
Nasional

Desak Pengusutan Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

17 March 2026

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terbaru

Drawing water thru hose/Ist

Krisis Air Dunia, Perempuan Jadi Pihak Paling Terbebani

2 days ago
Ilustrasi anggaran pendidikan/Freepik

CALS Ajukan Diri ke MK, Tolak Penggunaan Anggaran Pendidikan untuk Program MBG

1 week ago
Masyarakat Adat Toraya menggelar ritual adat Ma’ Karerang/Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat, Segera Sahkan UU Masyarakat Adat!

1 week ago
Aktivis KontraS Andrie Yunus (© AI Indonesia)

Desak Pengusutan Tuntas Teror Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

1 week ago

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized

Berita Populer

industri batu bara Kaltim (sirana.id)
Ceritarana

Permintaan Batu Bara Menurun, Anak Muda Kaltim Harus Bersiap

by Sirana.id
5 June 2025
0

SAMARINDA - Sejak era sebelum kemerdekaan, pertambangan dahulu jadi daya tarik Kalimantan Timur. Sisa industri pertambangan batu...

para perempuan yang memperjuangkan pemulihan ekosistem di Teluk Balikpapan, dalam sebuah aksi pad 2024 lalu. (Foto; Nofiyatul Chalimah)

Krisis Iklim dan Kerentanan Ganda Perempuan

12 June 2025
ilustrasi salah satu fakultas universitas Mulawarman/sirana.id)

Tujuh Perguruan Tinggi di Kaltim ini, Mahasiswa Barunya Tak Perlu Bayar UKT

17 June 2025
Tongkang batu bara yang melintas di perairan Kaltim (Sirana.id)

Orang Kaya di Indonesia dan 221 Ribu Rakyat Miskin Kaltim

28 September 2024
Nelayan dan kapal tongkang di Teluk Balikpapan (Foto: Nofiyatul Chalimah)

Memperjuangkan Kehidupan di Teluk Balikpapan dan Ambisi Pembangunan IKN

19 February 2025

Topik

amnesty international anak banjir batu bara bencana sumatera berau BMKG bps kaltim BRIN cuaca deforestasi diskominfo kukar Gaza gempa HAM ikn indonesia jurnalis kalimantan timur kaltim kekerasan kekerasan perempuan kemen PPPA komnas perempuan krisis iklim kukar Kutai Kartanegara lubang tambang Mahakam ulu maratua masyarakat adat pantai maratua pendidikan perempuan pesut pesut mahakam pilkada pulau maratua samarinda sampah sirana.id tambang tambang batu bara universitas mulawarman wisata
SIRANA.ID

Sirana.id adalah media lokal di Kalimantan Timur yang hadir dengan semangat edukasi dan sumber informasi bagi publik Kalimantan Timur. Sirana berupaya memberikan ruang lebih besar bagi perempuan.

Follow sosial media kami:

Berita Terkini

  • Krisis Air Dunia, Perempuan Jadi Pihak Paling Terbebani
  • CALS Ajukan Diri ke MK, Tolak Penggunaan Anggaran Pendidikan untuk Program MBG
  • Hari Kebangkitan Masyarakat Adat, Segera Sahkan UU Masyarakat Adat!

Kategori

  • Advertorial
  • Ceritarana
  • Dinas Pariwisata Kukar
  • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar
  • Diskominfo Kukar
  • Dispora Kukar
  • Kalimantan Timur
  • Nasional
  • Potretrana
  • Ranamendalam
  • Ranaterkini
  • Uncategorized
  • Tentang Sirana
  • Pedoman Media Siber
  • Susunan Redaksi
  • Hubungi Kami

© 2025 Sirana.id . All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ranamendalam
  • Ceritarana
  • Ranaterkini
  • Potretrana
  • Advertorial
    • Dinas Pariwisata Kukar
    • Diskominfo Kukar
    • Dispora Kukar
    • Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kukar

© 2025 Sirana.id . All rights reserved